Kamis, 23 Juli 2026

Satu Jenazah Diduga ABK KM Ocean Three Ditemukan, Operasi SAR Masih Berlanjut

Berita Terkait

Unsur TNI Angkatan Laut jajaran Kodaeral IV melalui KAL Sengiap I.4-66 Lanal Ranai bersama Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan salah seorang ABK KM Ocean Three di perairan Pian Padang, Kabupaten Natuna. F. Istimewa

batampos – Tim SAR Gabungan bersama unsur TNI Angkatan Laut kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Ocean Three yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Natuna. Jenazah berhasil dievakuasi dari perairan Pian Padang, Kabupaten Natuna, Senin (29/6), dan saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Sebelumnya, operasi pencarian juga telah membuahkan hasil dengan ditemukannya nakhoda KM Ocean Three, Wan Zaidan, dalam kondisi selamat oleh Tim Patroli Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna pada Minggu (28/6/2026). Korban ditemukan terapung di laut sambil berpegangan pada tutup fiber, kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Pangkalan PSDKP Batam, Semuel Sandi Rundupadang, melalui siaran pers resmi menjelaskan KM Ocean Three dilaporkan hilang kontak setelah berlayar dari Pelabuhan Karla menuju Pemangkat pada Kamis (25/6) dini hari. Kapal tersebut diawaki tiga orang, yakni nakhoda Wan Zaidan serta dua ABK, Yoga dan Arif.

Menurut Semuel, kapal seharusnya telah tiba di tujuan sesuai jadwal pelayaran. Namun hingga batas waktu yang ditentukan kapal tidak kunjung bersandar dan tidak ada sinyal marabahaya (distress signal) yang diterima. Kondisi itu membuat status darurat ditetapkan pada Sabtu (27/6), disusul operasi SAR gabungan di jalur pelayaran Pultibar–Pemangkat.

Sehari setelah nakhoda berhasil diselamatkan, unsur TNI Angkatan Laut jajaran Kodaeral IV melalui KAL Sengiap I.4-66 Lanal Ranai bersama Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan salah seorang ABK KM Ocean Three di perairan Pian Padang, Kabupaten Natuna.

Penemuan jenazah bermula dari laporan seorang nelayan yang melihat objek mengapung sekitar 5,6 mil laut dari pesisir Desa Pian Padang. Informasi tersebut segera diteruskan kepada personel KAL Sengiap I.4-66 yang sedang melaksanakan patroli sekaligus operasi pencarian di wilayah perairan Natuna.

Menerima laporan tersebut, KAL Sengiap I.4-66 langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Basarnas Natuna. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) sebelum membawanya ke Pelabuhan Penagi untuk penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan menyampaikan apresiasi kepada nelayan yang cepat melaporkan penemuan tersebut. Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat membantu percepatan proses evakuasi dan mendukung kelancaran operasi pencarian.

Ady menegaskan Lanal Ranai bersama Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Hingga kini, pihak berwenang masih memastikan identitas jenazah yang ditemukan sekaligus mengintensifkan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban lainnya.(*)

UPDATE