
batampos – Pemerintah Kota Batam bergerak cepat menindaklanjuti laporan kemunculan seekor buaya di sungai antara Perumahan Rosinton, Kecamatan Sagulung. Setelah video penampakan buaya beredar luas, upaya penanganan kini dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, mengatakan laporan warga telah mendapat respons dari pemerintah. Penanganan buaya tersebut kini tengah dipersiapkan bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Menurut Arfie, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bahkan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik sekaligus menenangkan kekhawatiran warga.
Ia menjelaskan, pemerintah telah berkoordinasi langsung dengan BPKL serta PT PJK yang berada di Pulau Bulan guna membantu proses penangkapan buaya tersebut. Tim gabungan dijadwalkan turun ke lokasi saat kondisi air pasang karena dinilai lebih memungkinkan untuk melakukan evakuasi.
“Bu Wakil Wali Kota sudah turun ke lokasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPKL dan PT PJK di Pulau Bulan. Tim akan turun menunggu air pasang untuk melakukan penangkapan buaya,” ujar Arfie.
Kemunculan buaya di kawasan permukiman itu sebelumnya membuat warga resah. Selain lokasinya yang berada di tengah kawasan hunian, sungai tersebut juga kerap dilintasi warga untuk beraktivitas sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Pemerintah mengimbau warga agar sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai, terutama pada pagi dan malam hari, hingga proses penangkapan selesai dilakukan. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar lokasi.
Dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah bersama tim terkait, diharapkan buaya tersebut dapat segera ditangkap dan dipindahkan ke habitat yang lebih aman sehingga aktivitas warga di sekitar Perumahan Rosinton dan Perumahan Cemara Asri dapat kembali berlangsung dengan tenang.(*)

