
batampos – Memasuki musim hujan, Polresta Barelang mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah. Curah hujan yang tinggi dinilai meningkatkan risiko berbagai kecelakaan, mulai dari anak hanyut di saluran air hingga tenggelam di kolam bekas galian yang tergenang air.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kasi Humas Polresta Barelang AKP Budi Santosa mengatakan, musim hujan menjadi periode yang membutuhkan perhatian lebih dari seluruh elemen masyarakat karena potensi terjadinya musibah terhadap anak-anak meningkat.
“Musim hujan rawan terjadi kecelakaan. Anak-anak jangan dibiarkan bermain di luar rumah saat hujan, apalagi anak-anak yang memang masih membutuhkan pengawasan ekstra dari orang tua,” kata AKP Budi Santosa, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, berbagai peristiwa anak hanyut maupun tenggelam sudah berulang kali terjadi ketika hujan turun. Kondisi tersebut umumnya dipicu kurangnya pengawasan serta rasa ingin tahu anak yang membuat mereka bermain di lokasi yang sebenarnya berbahaya.
Karena itu, orang tua diminta memastikan anak tidak bermain di sekitar drainase, parit, sungai, saluran air, maupun kawasan yang memiliki arus deras. Saat hujan turun, debit air dapat meningkat secara tiba-tiba sehingga sangat membahayakan keselamatan anak.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai keberadaan kolam galian maupun bekas galian yang terisi air hujan. Lokasi seperti itu kerap tampak aman dari permukaan, padahal memiliki kedalaman yang berisiko menyebabkan anak tenggelam.
“Perhatikan aktivitas anak agar jangan sampai bermain di lokasi-lokasi yang rawan dan memiliki arus air kencang saat hujan. Kolam galian atau bekas galian juga harus diperhatikan keamanannya,” ujar AKP Budi Santosa.
Polresta Barelang juga mengajak perangkat RT, RW, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk ikut peduli terhadap keamanan lingkungan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Perangkat lingkungan juga harus peka memperhatikan keamanan lingkungan. Kalau ada bekas galian, sumur, atau drainase yang berbahaya, segera lakukan pemagaran atau tindakan pengamanan. Bisa dilakukan secara gotong royong atau melapor kepada instansi pemerintah terkait agar segera ditangani,” katanya.
Polresta Barelang berharap meningkatnya kewaspadaan orang tua dan kepedulian masyarakat selama musim hujan dapat mencegah terjadinya korban jiwa, terutama anak-anak. Polisi mengingatkan bahwa pengawasan secara serius terhadap aktivitas anak merupakan langkah paling efektif untuk menghindarkan mereka dari berbagai potensi bahaya yang muncul saat cuaca ekstrem melanda.(*)

