Jumat, 3 Juli 2026

PLN Batam Siapkan Tambahan Listrik 2.070 MW, Antisipasi Penggunaan untuk Investasi Data Center

Berita Terkait

Foto udara pembangunan data center di KEK Nongsa Digital Park, Selasa (16/6). BP Batam terus memberi kemudahan pada para investor yang datang berinvestasi di Batam. Foto: Teguh Prihatna/Antara

batampos – Gelombang investasi pusat data (data center) yang mulai mengalir ke Batam menghadirkan tantangan baru bagi sektor ketenagalistrikan. Di tengah ambisi Batam menjadi salah satu pusat ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara, PT PLN Batam memastikan pasokan listrik saat ini masih berada dalam kondisi aman, sembari menyiapkan ekspansi kapasitas pembangkit hingga ribuan megawatt dalam beberapa tahun ke depan.

Asisten Manager Komunikasi Korporat PLN Batam, Yoga, mengatakan beban puncak sistem kelistrikan Batam-Bintan sepanjang 2026 sejauh ini tercatat terjadi pada Mei dengan capaian 756,5 megawatt (MW).

Sementara itu, kemampuan pasok sistem kelistrikan yang dimiliki PLN Batam saat ini mencapai 880,5 MW.

“Dengan kondisi tersebut, sistem kelistrikan Batam-Bintan masih memiliki cadangan daya sekitar 124 MW. Artinya, pasokan listrik untuk pelanggan eksisting masih dalam kondisi aman,” kata Yoga, Jumat (3/7):

Menurut dia, PLN Batam terus menjaga keandalan sistem melalui pengaturan operasi pembangkit, pemeliharaan infrastruktur, serta penguatan jaringan kelistrikan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di kawasan Batam dan Bintan.

Kebutuhan listrik dalam skala besar mulai muncul seiring meningkatnya minat investor pusat data untuk membangun fasilitas di Batam.

“Hingga saat ini, PLN Batam telah menerima sejumlah permohonan pasokan listrik dari calon investor data center dengan kapasitas yang jauh melampaui kebutuhan industri konvensional,” katadia.

Beberapa permohonan tersebut antara lain berasal dari perusahaan pusat data DayOne dengan kebutuhan daya sebesar 2 x 511 megavolt ampere (MVA) yang telah memasuki tahap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).

Selain itu, terdapat permintaan dari EGS sebesar 2 x 305 MVA yang juga telah masuk tahap PJBTL.(*)

Reporterazis maulana

UPDATE