Minggu, 5 Juli 2026

Shearline Picu Hujan Lebat di Kepri, BMKG Minta Warga dan Pelaku Pelayaran Siaga ‎

Berita Terkait

Ilustrasi. Nelayan Batubesar, Nongsa saat pergi melaut. BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau agar nelayan, operator kapal cepat, maupun kapal penumpang tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan lebat, petir, dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang di laut. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam meminta masyarakat Kepulauan Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

Cuaca tersebut dipicu oleh fenomena belokan angin (shearline) yang saat ini terbentuk di wilayah Kepulauan Riau.

‎Fenomena atmosfer diperkirakan masih akan memengaruhi cuaca di hampir seluruh wilayah Kepri, mulai dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna hingga Anambas.

‎Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggriani, mengatakan shearline menyebabkan massa udara berkumpul dan melambat di atas wilayah Kepulauan Riau. Kondisi itu menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.

‎”Terdapat belokan angin atau shearline di wilayah Kepulauan Riau yang menyebabkan penumpukan dan perlambatan massa udara sehingga cukup mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Rayi kepada Batam Pos, Minggu (5/7).

‎Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Batam berpotensi mengalami cuaca berawan pada pagi hari, hujan pada siang hingga dini hari, sedangkan malam hari relatif berawan. Suhu udara berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kecepatan angin 0–12 kilometer per jam dari arah selatan.

‎Selain Batam, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Anambas. Curah hujan tersebut berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah yang memiliki sistem drainase kurang baik.

‎Menurut Rayi, kondisi cuaca tersebut bukan hanya berlangsung dalam satu hari. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, potensi hujan masih akan bertahan hingga sekitar satu pekan ke depan.

‎”Masih berlanjut untuk beberapa hari ke depan. Hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Kota Batam masih berpotensi terjadi hingga sekitar satu minggu ke depan,” ujarnya.

‎Meski intensitas hujan meningkat, BMKG memastikan kondisi tersebut bukan pertanda Kepulauan Riau mulai memasuki musim hujan. “Ini hanya fenomena cuaca sementara, bukan awal musim hujan,” kata Rayi.

BMKG juga memantau kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Riau yang menjadi jalur utama transportasi antarpulau. Berdasarkan prakiraan yang berlaku hingga Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB, hujan masih mendominasi sebagian besar wilayah perairan.

‎Di perairan Batam, Bintan, Karimun, Lingga, dan Tambelan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 0,5 meter atau kategori tenang, dengan kecepatan angin 4–10 knot dari arah timur hingga timur laut.

‎Sementara di wilayah Natuna dan Anambas, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah, dengan kecepatan angin 3–12 knot dari arah barat hingga barat daya.

‎Menurut BMKG, kondisi gelombang tersebut masih tergolong aman bagi aktivitas pelayaran. Namun, nelayan, operator kapal cepat, maupun kapal penumpang tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan lebat, petir, dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang di laut.

‎BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan laut agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Riau masih cukup dinamis sehingga potensi perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.

‎”Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang serta selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut,” ujar Rayi. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE