
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam memastikan tidak ada aktivitas parkir yang diperbolehkan di atas Jembatan I Barelang. Penegasan itu disampaikan menyusul viralnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan wisata tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah pengendara sepeda motor disebut diminta membayar Rp5.000 saat berhenti di kawasan Jembatan I Barelang. Dugaan pungutan itu pun menuai sorotan publik.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, menegaskan parkir di atas Jembatan Barelang bertentangan dengan aturan lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Terkait Pungli di Jembatan Barelang, DPRD Minta Dishub Segera Bertindak
“Dinas Perhubungan memastikan bahwa tidak ada parkir di jembatan. Itu sudah ada aturannya,” ujar Leo, Minggu (5/7)
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dishub akan menurunkan tim pengawasan guna memastikan tidak ada lagi kendaraan yang berhenti maupun parkir di atas jembatan.
“Kami akan menurunkan tim pengawasan parkir agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” katanya.
Leo juga mengimbau masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di atas Jembatan Barelang. Selain melanggar aturan, kendaraan yang berhenti di atas jembatan dinilai dapat mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti atau memarkir kendaraan di atas jembatan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Batam, Suryanto, meminta Dishub segera turun tangan menyelidiki dugaan pungutan tersebut, termasuk memastikan legalitas pihak yang diduga melakukan penarikan uang kepada pengendara.
“Ini ranah Dishub. Sudah ada keluhan masyarakat seperti ini harus turun, dicek keberadaannya, itu legal atau tidak. Ini harus jadi atensi juga bagi Dishub,” kata Suryanto, Jumat (3/7).
Menurutnya, dugaan pungutan liar di salah satu ikon wisata Batam itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merusak citra pariwisata daerah.
“Apalagi ini menyangkut wisatawan. Tentu ini menjadi hal yang tidak baik kalau didiamkan dan berlarut-larut,” tegasnya. (*)

