Senin, 6 Juli 2026

UAI Gandeng LAM Batam Garap Buku Psikologi Gurindam 12 untuk Character Building Gen Z

Berita Terkait

Ketua LAM Kota Batam, YM H Raja Muhamad Amin, memberikan cendera mata kepada Andri Hadiansyah, tim penulis dari UAI saat bersilaturahmi kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Minggu (6/7). Foto: Istimewa

batampos – Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) mulai menggarap buku yang mengintegrasikan ilmu psikologi, nilai-nilai Al-Qur’an, dan filosofi Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Sebelum penyusunan dimulai, tim penulis yang dipimpin psikolog Andri Hadiansyah bersilaturahmi sekaligus meminta restu kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Minggu (6/7).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nong Isa, LAM Kota Batam, itu diterima langsung Ketua Tim LAM Kota Batam, YM H Raja Muhamad Amin. Audiensi tersebut menjadi langkah awal memastikan buku yang diberi judul Psikologi Gurindam 12: Menyelami Jiwa dalam Hikmah Melayu tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Melayu.

Dalam sambutannya, Raja Muhamad Amin memperkenalkan sejarah dan makna Gurindam 12 yang ditulis Raja Ali Haji di Pulau Penyengat pada 1847. Karya sastra klasik tersebut terdiri atas 12 pasal yang memuat nilai moral, etika, dan ajaran Islam yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Batam Perluas Peluang Kerja Lulusan SMK, Disnaker Aktifkan 39 Bursa Kerja Khusus

Ia mengapresiasi inisiatif UAI yang berupaya menghidupkan kembali Gurindam 12 melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Back to Malay ya. Hebat, saya dukung. Kami sangat mengapresiasi karena Mas Andri dan tim punya ide untuk menduniakan Gurindam 12,” ujar Raja Muhamad Amin.

Ketua tim penulis, Andri Hadiansyah, mengatakan ide penulisan buku itu berawal dari keinginannya menghadirkan perspektif baru dalam kajian psikologi.

“Selama ini kami banyak fokus pada psikologi modern. Kali ini kami ingin kembali melihat kearifan Melayu. Dari situlah muncul inspirasi untuk mengangkat Gurindam 12,” katanya.

Menurut Andri, setiap pasal Gurindam 12 akan dibahas menggunakan sudut pandang psikologi dan dipadukan dengan nilai-nilai Al-Qur’an sehingga lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pemko Batam Gelontorkan Rp44,3 Miliar untuk 1.109 Pengemudi, Mayoritas Dukung Armada Pengangkut Sampah

“Buku ini membahas setiap pasal Gurindam 12 satu per satu, kemudian dikaitkan dengan psikologi dan Al-Qur’an, termasuk bagaimana penerapannya dalam kehidupan,” jelasnya.

Ketua LAM Kota Batam, YM H Raja Muhamad Amin, menerima kunjungan tim Universitas Al-Azhar Indonesia yang dipimpin Andri Hadiansyah di Gedung Nong Isa, Minggu (6/7). Pertemuan membahas rencana penyusunan buku Psikologi Gurindam 12: Menyelami Jiwa dalam Hikmah Melayu. Foto: Istimewa

Ia menambahkan, buku tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperkuat karakter mahasiswa dan Generasi Z yang menghadapi berbagai tantangan sosial maupun perkembangan teknologi.

“Kami ingin menerapkan nilai-nilai Gurindam 12 di Jakarta. Harapannya buku ini bisa menjadi salah satu problem solving dalam pembentukan karakter mahasiswa maupun Generasi Z,” ujarnya.

Andri juga mengungkapkan bahwa kehadiran timnya di LAM Kota Batam bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi juga meminta izin agar karya tersebut tetap menjaga marwah budaya Melayu.

“Kehadiran kami di sini untuk meminta izin kepada Yang Mulia, karena kami berencana menjadikan buku ini sebagai trademark, bahkan ke depan bisa dikembangkan menjadi alat ukur psikologi yang sah,” katanya.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Batam: 5 Tempat Makan Baru dengan Menu Unik dan Instagramable

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kualitas generasi muda. Kampus tersebut dikenal aktif membangun character building bagi seluruh civitas akademika, khususnya Generasi Z, agar memiliki fondasi karakter yang kuat.

“Rencananya kami ingin memperkenalkan buku ini sebagai salah satu sarana pembentukan karakter (character building) bagi seluruh civitas akademika, sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda,” tambah Andri.

Selain buku, tim penulis juga merancang pembuatan video sejarah Gurindam 12 sebagai program jangka panjang untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya Melayu.

Buku Psikologi Gurindam 12: Menyelami Jiwa dalam Hikmah Melayu ditulis oleh Andri Hadiansyah bersama Nisrina Salwa Taima, Nida Tsabitah, dan Rusdiansyah. Kehadirannya diharapkan menjadi jembatan antara ilmu psikologi modern, nilai-nilai Islam, dan kearifan lokal Melayu yang tetap relevan bagi generasi masa kini. (*)

UPDATE