
batampos – Kota Batam kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional. Dua turnamen basket tiga lawan tiga bergengsi, FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026 dan FIBA 3×3 Challenger Batam 2026, dijadwalkan berlangsung pada 23-26 Juli 2026 di kawasan Alun-alun Engku Putri, Batam Kota.
Penyelenggaraan dua kompetisi internasional tersebut diproyeksikan tidak hanya menghadirkan persaingan para pebasket terbaik dunia, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan ajang FIBA 3×3 tahun ini akan diikuti peserta dari 42 negara. Pemerintah memperkirakan sekitar 1.000 orang, terdiri atas atlet, ofisial, awak media, dan tamu internasional, akan hadir selama penyelenggaraan kejuaraan.
“Di akhir Juli akan ada event besar berskala internasional, yakni FIBA 3-on-3 yang akan dilaksanakan di belakang kita ini, mengikutsertakan 42 negara. Insya Allah hadir saat itu diperkirakan kurang lebih sekitar 1.000 orang,” kata Amsakar.
Menurut dia, penyelenggaraan event olahraga internasional merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Batam untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Dalam setahun terakhir, kata dia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Pemerintah Kota Batam mencatat jumlah wisatawan asing yang berkunjung meningkat dari sekitar 1,3 juta orang menjadi hampir 1,7 juta orang. Kenaikan tersebut, menurut Amsakar, menjadi indikator semakin besarnya potensi industri pariwisata Batam.
“Kami menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor andalan karena kontribusi pajak hotel dan restoran saat ini masuk lima besar terhadap pendapatan asli daerah Kota Batam,” ujarnya.
Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, kehadiran FIBA 3×3 diperkirakan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor usaha. Industri perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga pelaku ekonomi kreatif diproyeksikan memperoleh manfaat langsung dari kedatangan peserta dan penonton dari berbagai negara.
Di sisi lain, panitia pelaksana atau Local Organizing Committee (LOC) bersama pemerintah daerah, federasi olahraga, sponsor, dan berbagai pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kejuaraan. Berbagai aspek teknis dan nonteknis tengah disiapkan agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).
Persiapan tersebut mencakup pembangunan arena pertandingan, operasional kompetisi, penyediaan akomodasi, transportasi peserta, sistem keamanan, layanan kesehatan, fasilitas penyiaran, hingga pelayanan bagi kontingen internasional.
Penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger di Batam diharapkan tidak hanya memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi sport tourism nasional, tetapi juga mengukuhkan perannya sebagai salah satu pintu gerbang wisata internasional di kawasan barat Indonesia.
Kepercayaan menjadi tuan rumah dua ajang basket dunia tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Batam dalam membuktikan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional, di tengah ambisi pemerintah daerah menjadikan kota industri itu sebagai destinasi unggulan untuk olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.(*)

