Jumat, 17 Juli 2026

Warga Soroti Tumpukan Sampah Pasar Jodoh, Khawatir Cemari Sungai dan Picu Banjir

Berita Terkait

Tumpukan sampah menggunung di lahan tepat di depan bangunan Rumah Pompa Sungai Jodoh, Jumat (17/7). F.Azis Maulana

batampos – Persoalan sampah di Pasar Jodoh, Lubukbaja, belum juga menemukan penyelesaian yang tuntas. Setelah sebelumnya dikeluhkan karena menumpuk di tengah kawasan pasar, kini sampah dari aktivitas perdagangan itu dipindahkan ke depan Rumah Pompa Sungai Jodoh. Langkah tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru terkait pencemaran lingkungan dan potensi banjir.

Pantauan di lokasi pada Jumat, (17/7), menunjukkan tumpukan sampah menggunung di lahan tepat di depan bangunan Rumah Pompa Sungai Jodoh. Limbah yang didominasi plastik, kantong kresek, keranjang buah bekas, serta sisa komoditas pasar terlihat memenuhi area yang hanya berjarak beberapa meter dari aliran sungai.

Di sekitar lokasi tampak sejumlah pemulung memilah sampah. Sementara itu, pada sisi tanggul sungai, tumpukan limbah juga terlihat memanjang hingga mendekati bibir aliran air. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena sampah berpotensi terbawa arus saat hujan deras atau ketika debit air meningkat.

Baca Juga: Lulusan SMK Kepri Dipacu Langsung Masuk Industri, Kendala Bahasa Mandarin Jadi Sorotan

Sebelumnya, keberadaan sampah di tengah Pasar Jodoh sempat menuai protes pedagang dan masyarakat. Bau menyengat serta pemandangan yang semrawut menjadi keluhan utama.

Namun, pemindahan sampah ke depan rumah pompa dinilai belum menyelesaikan persoalan mendasar, melainkan hanya memindahkan lokasi penumpukan.

Herman, seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, mempertanyakan kebijakan penempatan sampah di area yang berdekatan dengan infrastruktur pengendali banjir.

“Ini mengapa banyak sekali sampah yang ditumpuk di depan pompa ini? Ini sangat berbahaya. Kalau nanti masuk musim hujan, sampah-sampah ini bisa dengan mudah jatuh dan hanyut ke dalam air karena posisinya sangat di tepi sekali,” ujarnya.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dari kondisi di lapangan, tidak terlihat pembatas yang memadai antara tumpukan sampah dengan aliran sungai. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, longsoran sampah berpotensi masuk ke saluran air dan mengganggu kinerja Rumah Pompa Sungai Jodoh.

Baca Juga: Jambret Masih Mengintai, Kapolresta Barelang Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Apabila sampah menyumbat saluran maupun sistem pompa, fungsi pengendalian banjir di kawasan tersebut dikhawatirkan tidak berjalan optimal. Dampaknya, genangan bahkan banjir berpotensi terjadi di wilayah sekitar, terutama saat curah hujan tinggi.

Selain ancaman terhadap sistem drainase, penumpukan sampah juga menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan. Bau tidak sedap tercium dari lokasi penumpukan, sementara di sekitar kawasan terdapat permukiman warga yang berjarak tidak terlalu jauh.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam menangani persoalan sampah Pasar Jodoh. Mereka menilai solusi yang dibutuhkan bukan sekadar memindahkan lokasi penumpukan, melainkan memastikan sampah diangkut secara rutin ke tempat pengolahan atau pembuangan yang semestinya sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat. (*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE

Play sound