Kamis, 2 April 2026

Aktivitas Asrama SMK Dirgantara Batam Ditiadakan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
KPAI bersama Kemendibud, Inspektorat Kepri, Dinas Pendidikan Kepri saat meninjau Sekolah Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) di Batam Center, Rabu (17/11). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ketua Tim Investigasi kasus kekerasan di SMK Dirgantara Batam, Muhammad Dali mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sudah meniadakan aktivitas asrama di SMK Dirgantara Batam. Sementara itu, proses investigasi sudah mendekati rampung.

Dali mengungkapkan, Dinas Pendidikan di bawah leading sektor bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah melakukan proses pendalaman aktivitas belajar mengajar di SMK Dirgantara Batam itu. Acuannya adalah sembilan standar pendidikan yang sudah ditentukan.

Hasilnya, pihaknya sudah memberikan penegasan ke pihak SMK Dirgantara Batam. Salah satunya, menyangkut aktivitas asrama yang dikelola sekolah tersebut. Menurutnya, asrama tersebut belum memenuhi standar pendidikan.

”Kita sudah tegaskan, tidak ada lagi aktivitas asrama kepada pihak sekolah. Kebijakan ini, tidak lepas dari hasil investigasi yang sudah kami lakukan,” tegas Dali, Senin (20/12) di Tanjungpinang.

Baca Juga: Pemprov Kepri Audit Pengunaan Dana BOS di SMK Dirgantara Batam

Ditanya apakah sudah ada keputusan yang dibuat oleh Tim Investigasi? Mengenai hal ini, Dali mengatakan kesimpulan secara kolektif belum dibuat. Menurutnya, beberapa waktu kedepan hasil kerja dari tim investigasi akan disampaikan kepada Gubernur Kepri.

“Yang jelas masing-masing elemen yang terlibat dalam tim sudah bekerja. Kesimpulan dari masing-masing akan dikemas dalam keputusan bersama. Apapun hasilnya nanti, itu adalah kesimpulan dari Tim Investigasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Kepri, Irmendes mengatakan, pihaknya sudah selesai melakukan audit terhadap masalah keuangaan di sekolah tersebut. Baik dalam hal operasional sekolah sampai penggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Namun memang masih bersifat parsial, karena kesimpulan secara utuh tim investigasi belum ditetapkan,” ujar Irmendes yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Investigasi.

Di tempat terpisah, pembina SMK Dirgantara Batam, Erwin Depari, saat dihubungi dari sore hingga tadi malam belum memberikan respon. Namun sebelumnya, Erwin membantah semua tudingan yang dialamatkan ke SMK Penerbangan itu. Mulai persoalan kurikulum, tenaga pengajar, sistem belajar, hingga dugaan tindak kekerasan. (*)

Reporter: JAILANI/EGGI IDRIANSYAH

 

UPDATE