Kamis, 26 Maret 2026

Aliran Air Masih Belum Lancar di Sengkuang, BP Batam Tambah 40 Truk Tangki Air

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Minggu (1/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Keluhan krisis air kembali mencuat di kawasan Sengkuang, Batu Ampar, Kota Batam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Warga mengeluhkan distribusi air yang kian memburuk, bahkan tidak lagi mengalir pada dini hari seperti sebelumnya.

‎Budi San, salah satu warga Sengkuang, mengatakan kondisi ini membuat masyarakat semakin bergantung pada pasokan air tangki yang jumlahnya terbatas.

‎“Jelang Lebaran ini apakah tidak ada upaya untuk menaikkan tekanan air sehingga warga tidak selalu bertumpu pada pasokan tangki air yang jumlahnya terbatas itu,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, sebelumnya air masih bisa mengalir di beberapa wilayah Sengkuang pada waktu tengah malam jika tekanan dinaikkan. Namun dalam beberapa hari terakhir, air sama sekali tidak mengalir.

‎“Kalau tekanan sedikit dinaikkan, di beberapa wilayah Sengkuang ini air bisa mengalir meskipun dini hari. Tapi sejak beberapa hari ini sama sekali tidak ada mengalir,” katanya.

‎Kondisi ini, lanjutnya, memperparah situasi karena permintaan air tangki meningkat tajam, sementara jumlah armada dan distribusi masih terbatas.

‎“Permintaan makin banyak, tapi suplai tangki tetap. Sementara tangki itu datang dua hari sekali untuk tiap rumah dan itu sangat terbatas, apalagi yang wadah tampungannya kecil,” ungkapnya.

‎Ia berharap ada langkah konkret dari BP Batam, terutama dengan menaikkan tekanan distribusi air agar sebagian wilayah tetap bisa mendapatkan aliran, meski tidak penuh.

‎“Intinya, tolong jelang Lebaran ini tekanan pengaliran air itu ditingkatkan, supaya warga tidak bergantung penuh pada pengantaran tangki yang terbatas itu,” tegasnya.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, mengatakan pihaknya telah menambah armada truk tangki untuk mengantisipasi kebutuhan air selama Lebaran.

‎“Untuk antisipasi Lebaran di Batam, armada WT atau truk tangki saat ini telah ditambah dari 14 unit menjadi 40 unit, yang telah kami hitung sesuai kebutuhan daerah yang tidak dialiri air 24 jam,” kata Ariastuy saat dihubungi Batam Pos, Rabu (18/3) siang.

‎Ia juga menjelaskan, menurunnya tekanan air salah satunya disebabkan penggunaan pompa lama yang saat ini masih dalam proses penggantian.

‎“Tekanan air salah satunya karena masih menggunakan pompa yang lama dan masih dalam proses penggantian ke yang baru, kurang lebih tiga bulan secara bertahap,” kata dia.

‎Meski ada penambahan armada tangki, persoalan distribusi air di Sengkuang tetap menjadi sorotan. Terlebih di momen Lebaran, kebutuhan air bersih meningkat, sementara pasokan belum sepenuhnya stabil.(*)

ReporterArjuna

UPDATE