
batampos – Deputi Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan penyempurnaan besar terhadap sistem layanan pertanahan digital melalui Land Management System (LMS) yang dijadwalkan resmi diluncurkan pada 26 Mei 2026 mendatang.
Penyempurnaan sistem tersebut diklaim menjadi langkah penting BP Batam untuk mempercepat investasi sekaligus membenahi persoalan klasik pengalokasian lahan yang selama ini kerap dikeluhkan pelaku usaha karena dianggap lambat, berbelit, dan kurang transparan.
Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan BP Batam, Syarlin Joyo mengatakan, LMS versi terbaru tidak hanya berfungsi sebagai portal layanan digital, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan lahan di Batam benar-benar dimanfaatkan oleh investor yang serius menjalankan usaha.
“Target implementasi LMS versi baru ini terhadap realisasi investasi yaitu alokasi lahan diberikan kepada perusahaan yang akan berinvestasi dengan nilai tertentu dan jadwal sesuai yang diharapkan BP Batam,” ujar Syarlin.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



