Senin, 6 Juli 2026

Amsakar Bangun Gedung Budaya, Perkuat Identitas Melayu

Berita Terkait

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Pemerintah Kota Batam berencana menghadirkan Gedung Budaya sebagai pusat pelestarian sekaligus pengembangan seni dan budaya di Kota Batam. Gedung ini diproyeksikan menjadi ruang bagi berbagai ekspresi budaya masyarakat yang beragam, dengan tetap menjadikan budaya Melayu sebagai payung utama.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Gedung Budaya merupakan salah satu komitmen pemerintah pada masa kepemimpinannya untuk memperkuat identitas Batam sebagai kota yang majemuk namun tetap berakar pada budaya Melayu.

“Insyaallah di era kepemimpinan kami akan lahir Gedung Budaya untuk menegaskan kembali bahwa keberagaman yang ada di Batam berada di bawah payung budaya Melayu. Kalau semua ini bisa diorkestrasi dengan baik, insyaallah akan melahirkan efek diplomasi budaya yang sangat baik dengan negara-negara sahabat,” ujar Amsakar, saat pembukaan Kenduri Seni Melayu 2026, Jumat (3/7).

Menurutnya, keberadaan Gedung Budaya tidak hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai komunitas budaya, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

Amsakar meyakini, penguatan sektor kebudayaan akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata Batam. Berbagai pertunjukan seni, festival budaya, hingga agenda internasional dapat digelar secara lebih representatif sehingga menarik minat wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

“Pada sisi yang lain, keberadaan Gedung Budaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” katanya.

Dengan hadirnya Gedung Budaya tersebut, ia berharap ekosistem seni dan budaya semakin berkembang sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya Melayu di kawasan regional.

Selain menjadi ikon baru kota, gedung ini juga diharapkan menjadi sarana diplomasi budaya yang mampu mempererat hubungan dengan negara-negara serumpun dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan Taman Budaya tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas Wali Kota Batam yang bertujuan menyediakan ruang berekspresi bagi seluruh paguyuban, komunitas seni, dan pelaku budaya di Kota Batam.

Saat ini, Disbudpar Batam tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal sebelum pembangunan dilakukan.

“Ini merupakan salah satu program yang sangat menyentuh aspek kebudayaan. Saat ini kami sedang menyusun DED untuk Taman Budaya yang nantinya berlokasi di Gedung Beringin. Kami berharap fasilitas ini menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Kota Batam,” ujar Ardiwinata.

Menurutnya, keberadaan Gedung Beringin sebagai Taman Budaya akan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan keberagaman budaya yang tumbuh di Batam. Kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan daerah itu membutuhkan ruang yang representatif untuk menampilkan kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki.

Selama ini, berbagai paguyuban dan komunitas budaya aktif menggelar kegiatan, namun belum memiliki pusat kegiatan budaya yang dapat digunakan secara bersama dan berkelanjutan.

“Nanti seluruh paguyuban memiliki tempat untuk menampilkan karya, menggelar pertunjukan, pameran, maupun kegiatan pelestarian budaya. Kami ingin Gedung Beringin menjadi pusat aktivitas budaya yang hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Batam,” katanya. (*)

UPDATE