Senin, 29 Juni 2026

Amsakar: Investasi Batam Melonjak

Berita Terkait

Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar. Reformasi birokrasi dan perbaikan infrastruktur terus dilakukan BP Batam untuk mendongkrak investasi. Foto: dok. BP Batam

batampos – Saat banyak daerah masih berjibaku menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan ketatnya persaingan memperebutkan investor, Batam justru melaju kencang.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di kota industri ini menembus Rp44,01 triliun, melonjak 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target yang ditetapkan.

Capaian tersebut bukan sekadar deretan angka. Di balik lonjakan investasi itu, terdapat serangkaian pembenahan yang dilakukan BP Batam, mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi, hingga percepatan pem­ba­ngunan infrastruktur yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan investasi tersebut menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Batam terus meningkat.

”Data ini menunjukkan bah­wa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujar Amsakar, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Investor Baru Siapkan Rp16,3 Triliun

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tahun 2025 tercatat sebesar Rp44,01 triliun. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp25,46 triliun. Bahkan, capaian tersebut jauh melampaui target investasi tahun 2025 sebesar Rp36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metodologi perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, realisasi investasi Batam mencapai Rp69,30 triliun atau 115,50 persen dari target BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi tersebut merupakan buah dari berbagai kebijakan yang dijalankan secara konsisten. Reformasi regulasi dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi investor, sementara penyederhanaan perizinan mempercepat proses investasi agar lebih efisien dan kompetitif.

”Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” katanya.

Salah satu capaian paling mencolok terlihat pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau meningkat 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp8,16 triliun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa optimisme terhadap Batam tidak hanya datang dari investor asing, tetapi juga dari pelaku usaha nasional yang semakin percaya terhadap prospek ekonomi Batam.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Nilainya mencapai Rp25,58 triliun atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,30 triliun.

Singapura masih menjadi negara penyumbang investasi terbesar di Batam, disusul Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang yang terus memperluas aktivitas investasinya.

Momentum positif itu berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026. Realisasi investasi periode Januari hingga Maret mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Enam Putra-Putri Terbaik Kepri Lolos Seleksi Akpol 2026

Nilai tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp8,8 triliun yang tumbuh 50,71 persen dan PMDN sebesar Rp8,5 triliun yang melonjak hingga 216,18 persen secara tahunan.

Tak hanya meningkat dari sisi nilai, kualitas investasi yang masuk ke Batam juga semakin baik. Industri mesin dan elektronik menjadi sektor terbesar dengan kontribusi 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi tersebut menun­jukkan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak lagi hanya bertumpu pada sektor properti, tetapi juga didorong oleh industri manufaktur, teknologi, dan sektor bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Amsakar optimistis tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut. Salah satu pendorong utamanya adalah perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau, dengan luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Selain itu, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah, pengelolaan limbah B3, hingga fasilitas kesehatan dan pelayanan publik.

”Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Amsakar.

Dapat Apresiasi DPR RI

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara I, Rabu (17/6/2026), Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi terhadap tata kelola BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar bersama Li Claudia Chandra.

Menurut Andre, capaian BP Batam tidak hanya terlihat dari pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kemampuan mengelola keuangan secara mandiri melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

”Pengelolaan anggaran dan kinerja BP Batam saat ini patut mendapat apresiasi. BP Batam mampu menunjukkan tata kelola yang baik dengan mengoptimalkan PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan. Ini menjadi contoh bagi badan atau lembaga lainnya dan kami berharap Batam bisa terus maju menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Ponsel Ilegal Sitaan BC Batam Akan Dilepas Asalkan Pajak Dibayar

Apresiasi tersebut menjadi catatan penting karena pada tahun ini BP Batam mampu menjalankan pembangunan kawasan dengan mengandalkan pendapatan dari PNBP, tanpa meminta tambahan APBN kepada pemerintah pusat.

Amsakar menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam.

Menurutnya, sinergi tersebut turut membantu menjaga iklim investasi tetap kondusif dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam.

”Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam. Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin meningkat. Hal ini juga relevan dengan berbagai upaya BP Batam yang terus melakukan pembenahan, khususnya pada sektor simplifikasi perizinan,” katanya.

Amsakar menambahkan, BP Batam kini juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar berjalan seiring dengan pengembangan kawasan ekonomi.
Selain itu, BP Batam telah mengusulkan penguatan program strategis Tahun Anggaran 2027, yang difokuskan untuk mendukung perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, pengembangan pelabuhan dan bandara, peningkatan pelayanan perizinan, hingga pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

”Kami akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pelayanan perizinan, serta memastikan seluruh program strategis berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat,” ucap Amsakar. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE