Minggu, 5 Juli 2026

Banggar: Peluang Batam Jadi Pusat Investasi Dunia Terbuka Lebar

Berita Terkait

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7). Foto. Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menaruh perhatian besar terhadap penguatan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di tengah persaingan kawasan ekonomi di Asia Tenggara.

‎Dalam kunjungan kerja ke Batam, pada Jumat (3/7), Banggar menilai Batam memiliki modal kuat menjadi pusat investasi global, namun tetap membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur, modernisasi logistik, dan penguatan layanan investasi.

‎Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dengan rombongan Banggar DPR RI di Balairungsari, Batam Centre.

‎Pertemuan turut dihadiri para Deputi BP Batam, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang dipimpin Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, beserta jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepulauan Riau dan Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau.

‎‎Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mengatakan Batam memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Posisi geografis yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, ditambah status sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, menjadi modal utama untuk menarik investasi.

‎Menurutnya, Batam juga didukung basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang terus berkembang, serta akses langsung menuju pasar internasional.

‎”Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia, mulai dari letak geografis, basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik hingga akses langsung ke pasar global,” kata Syarief dalam pernyataan resmi.

‎Banggar juga memberikan apresiasi terhadap kinerja ekonomi Batam sepanjang 2025. Di tengah tekanan geopolitik global dan perlambatan ekonomi dunia, Batam masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen, dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

‎Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persaingan investasi di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Karena itu, Batam harus terus meningkatkan daya saing melalui modernisasi pelabuhan, penguatan sistem logistik, inovasi bisnis, serta integrasi kawasan industri dengan pelabuhan.

‎”Kami meyakini Batam tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional, namun mampu tumbuh menjadi pusat investasi global dan industri berkelas dunia,” ujarnya.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan tata kelola kawasan agar pertumbuhan investasi berjalan berkelanjutan.

‎Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2,4 triliun sebagai sumber pembiayaan pembangunan kawasan tanpa mengandalkan tambahan anggaran dari APBN.

‎Menurut Amsakar, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal nasional saat ini, sehingga pembangunan Batam diupayakan melalui optimalisasi pendapatan yang dikelola BP Batam.

‎”Kami memahami persoalan dan kebijakan nasional hari ini. Oleh sebab itu, tahun ini kita bergerak di angka Rp2,4 triliun. Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis,” katanya.

‎Ia menjelaskan, keberhasilan Batam menarik investasi tidak terjadi secara instan, melainkan melalui berbagai reformasi yang dilakukan BP Batam dalam beberapa waktu terakhir.

‎Langkah tersebut meliputi penyederhanaan regulasi investasi, percepatan layanan perizinan, hingga pembangunan berbagai infrastruktur penunjang kawasan industri.

‎”Capaian ini bukan hanya angka. Ini cerminan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” ujar Amsakar.
‎‎
‎Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dasar menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga daya saing kawasan industri Batam.

‎Ia mengatakan BP Batam tengah memperkuat berbagai infrastruktur strategis, terutama menjamin keandalan pasokan air bersih dan listrik yang selama ini menjadi kebutuhan utama dunia usaha.

‎Menurutnya, kepastian ketersediaan infrastruktur dasar menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung ekspansi industri di Batam.

‎”Kami tengah menyiapkan langkah penguatan infrastruktur untuk memastikan keandalan pasokan air dan listrik sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri,” kata Li Claudia. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE