
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini kembali merepotkan warga dan pengendara di Batuaji dan Sagulung. Pasalnya banyak ruas jalan dan pemukiman warga yang terendam banjir sehingga menghambat dan mengganggu aktifitas warga.
Pantauan di lapangan, penyebab banjir dan genangan air ini masih sama yakni sistem drainase yang belum ditata dengan baik. Drainase depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji misalkan sudah cukup lebar dan dalam karena sudah dinormalisasi belum lama ini, namun air belum bisa mengalir lancar sebab normalisasi ini belum tuntas sampai ke hilir.
Aliran air tersumbat di lokasi penyebaran air depan sekolah Putera Batam atau simpang Kaveling Baru. Air yang seharusnya mengalir ke Sagulung terhambat dan memenuhi lokasi drainase yang dilalui air. Meskipun tidak menimbulkan banjir besar namun genangan air di sepanjang ruas jalan sekitaran Aviari dan RSUD cukup merepotkan pengendara.
Begitu juga dengan ruas jalan depan kawasan SP Plaza dan Simpang Basecamp. Air menggenangi hampir seluruh ruas jalan karena air tak bisa keluar dari lokasi jalan. Penyebabnya jalur keluar air dari lokasi jalan ke dalam drainase sudah banyak yang tersumbat.
Sementara di pemukiman warga seperti perumahan Masyeba, Sierra dan pemukiman lain di Sagulung juga masih digenangi air karena persoalan tadi.
Warga di sana cukup mengapresiasi dengan upaya Pemko Batam yang sudah cukup banyak mengadakan normalisasi drainase, namun besar harapan warga agar normalisasi ini tuntas sampai ke hilir.
“Karena bagaimanapun agak ribet sistem drainase di Batuaji dan Sagulung ini. Saling berhubungan. Kalau hanya di Batuaji atau Sagulung saja yang normalisasi tentu tetap akan terjadi banjir. Dua-duanya harus sejalan. Hulunya di Batuaji hilirnya di Sagulung. Itu harus beres semuanya biar aman dari banjir ini,” kata Amir, tokoh masyarakat di Kelurahan Buliang, Batuaji. (*)
Reporter : Eusebius Sara

