Jumat, 24 Juli 2026

Batam Tuan Rumah FIBA 3×3, Disbudpar Berharap Lonjakan Wisman dan Perputaran Ekonomi

Berita Terkait

Tim Nasional Bola Basket 3×3 Putri Indonesia saat berlaga dengan tim Ulaabaatar Amazon pada pertandingan FIBA 3×3 Women’s Series & Challenger Batam 2026 di Dataran Engku Putri Batam Center, Kamis (23/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

‎batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menaruh harapan besar pada penyelenggaraan FIBA 3×3 Challenger Batam 2026 yang berlangsung di Dataran Engku Putri, 23–26 Juli 2026. Turnamen basket berskala internasional yang diikuti 32 tim dari 21 negara itu dinilai bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism di Indonesia.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran atlet, ofisial, hingga pendukung dari berbagai negara dipastikan akan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

‎”Jelas ini masuk kategori sport tourism. Wisatawan yang datang ke Batam memiliki banyak tujuan, mulai dari sport tourism, kuliner, religi, heritage, culture hingga MICE. Event seperti ini menjadi salah satu magnet baru untuk menarik wisatawan asing,” kata Ardiwinata kepada Batam Pos, Kamis (23/7).

‎Menurut dia, penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut telah dipersiapkan jauh-jauh hari bersama Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Karena itu, Pemko Batam memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan berjalan lancar sekaligus menjadi etalase promosi pariwisata daerah.

Baca Juga: ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Promo Kuliner Malam dengan Menu Comfort Food

‎Salah satu bentuk dukungan pemerintah ialah penyediaan lokasi pertandingan di Dataran Engku Putri, lengkap dengan pertunjukan budaya Melayu, tarian tradisional, hingga layanan informasi kepariwisataan bagi para tamu dari luar daerah maupun luar negeri.

‎”Kami menampilkan culture performance, seni budaya Melayu, sekaligus memberikan informasi destinasi wisata Batam agar para peserta dan wisatawan tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga mengenal Batam,” ujarnya.

‎Ardiwinata mengatakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan turnamen diperkirakan akan dirasakan oleh berbagai sektor. Hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM diproyeksikan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan selama empat hari pelaksanaan.

‎Di sekitar arena pertandingan, kata dia, juga disiapkan stan bazar UMKM lokal untuk memberi ruang promosi sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.

‎”Yang terdampak cukup banyak. Ada UMKM lokal yang membuka stan bazar, kemudian sektor hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. Ini efek berantai dari sebuah event internasional,” katanya.

‎Selain Dinas Pariwisata, sejumlah organisasi perangkat daerah juga dilibatkan dalam mendukung penyelenggaraan turnamen, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga instansi lain yang menangani pelayanan publik selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Restorative Justice Kasus Pesparawi Kepri Diminta Ditunda, Minta Hak Korban Dipulihkan

Ardiwinata berharap keberhasilan penyelenggaraan FIBA 3×3 Challenger Batam dapat membuka peluang agar lebih banyak agenda olahraga internasional digelar di Batam pada masa mendatang.

‎”Kalau event seperti ini terus hadir, Batam akan semakin dikenal sebagai kota tujuan sport tourism. Dampaknya tentu akan semakin besar bagi kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

‎Dalam turnamen tersebut, tim peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, dijadwalkan menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Prancis. Sementara itu, Tim Nasional Putri Indonesia akan bersaing dengan tim-tim kuat dari Belanda, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, dan Filipina.

‎Indonesia juga menurunkan tiga wakil pada sektor putra, yakni Waisai, Ambon, dan Balige, yang akan memperebutkan tiket menuju seri lanjutan FIBA 3×3 World Tour.

‎Dengan kehadiran 32 tim dari 21 negara, Batam bukan hanya menjadi arena pertandingan basket kelas dunia, tetapi juga panggung promosi pariwisata yang mempertemukan olahraga, budaya, dan ekonomi dalam satu momentum internasional. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE