
batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi dan pendataan ulang terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna memastikan bantuan pemerintah tersebut tepat sasaran.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, mengatakan bahwa evaluasi yang dilakukan mencakup peninjauan kembali sekolah-sekolah penerima manfaat. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah sekolah dengan kategori berstandar internasional.
”Evaluasi dan pendataan ulang penerima manfaat memang sedang berlangsung oleh BGN. Sekolah dengan taraf tinggi seperti international school akan diberikan catatan tersendiri,” ujar Defri, Jumat (26/6).
Sementara itu, untuk sekolah lainnya, BGN memberikan keleluasaan kepada masing-masing komite sekolah untuk menentukan apakah ingin tetap mengikuti Program MBG atau tidak.
”Untuk sekolah lainnya diberikan keleluasaan dari komite sekolahnya sendiri, apakah mau menerima MBG atau tidak,” katanya.
Menurut Defri, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan program pemerintah benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan, sekaligus memberikan ruang bagi sekolah yang merasa tidak lagi memerlukan bantuan.
Terkait dengan kekhawatiran publik mengenai kemungkinan perubahan penerima manfaat yang dapat memicu kecemburuan sosial, Defri menegaskan bahwa proses evaluasi dilakukan secara bertahap melalui pendataan ulang yang dikoordinasikan langsung oleh BGN.
Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme penganggaran Program MBG berbeda dengan sistem anggaran konvensional. Dana yang digunakan menerapkan skema at cost, sehingga negara hanya membayar sesuai dengan realisasi belanja yang dilakukan oleh SPPG.
”Terkait alokasi anggaran, sistem anggaran di BGN menggunakan skema at cost. Artinya, apa yang dibelanjakan, itulah yang akan dibayarkan oleh satuan pelayanan,” jelasnya.
BACA BERITA LENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

