
batampos – Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap berada dalam kisaran sasaran nasional hingga akhir 2026. Stabilitas harga tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P, mengatakan inflasi Kepri diperkirakan tetap berada dalam target nasional sebesar 2,5±1 persen. Optimisme tersebut didukung sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan menjadi kunci menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Inflasi Kepri Melandai
Data Bank Indonesia mencatat inflasi Kepri pada triwulan I 2026 sebesar 3,23 persen (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 3,47 persen.
Penurunan tersebut menunjukkan tekanan harga mulai mereda meskipun aktivitas ekonomi di Kepri tetap tumbuh positif.
Secara regional, inflasi di Kota Batam turun dari 3,68 persen menjadi 3,13 persen, sedangkan Kota Tanjungpinang melandai dari 3,98 persen menjadi 2,75 persen.
Berbeda dengan dua daerah tersebut, Kabupaten Karimun justru mengalami kenaikan inflasi dari 2,72 persen menjadi 3,24 persen.
BI Tetap Waspadai Risiko Global
Meski prospek inflasi dinilai terkendali, Bank Indonesia tetap mengingatkan adanya berbagai tantangan eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.
Risiko tersebut antara lain berasal dari perlambatan ekonomi global, dinamika geopolitik, hingga kebijakan perdagangan internasional.
Karena itu, BI bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga sepanjang 2026. (*)

