
batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, perusahaan meresmikan fasilitas sanitasi sehat berupa dua unit toilet di kawasan Ekowisata Pandang Tak Jemu, Kelurahan Sambau, Nongsa, Senin (29/6).
Peresmian fasilitas tersebut menjadi bagian dari dukungan PT BIB terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung. Selain membangun sanitasi, program CSR ini juga mencakup penanaman 300 bibit mangrove di kawasan pesisir tersebut.
Direktur PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengatakan pembangunan fasilitas sanitasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar wisatawan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Program ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen perusahaan untuk terus hadir menjaga lingkungan. Fasilitas yang sudah dibangun ini kami harapkan dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan seluruh wisatawan yang datang,” ujar Annang.
Ia menyebutkan PT BIB akan ikut mengawal perawatan fasilitas tersebut selama kurang lebih satu tahun bersama pengelola wisata. Menurutnya, keberhasilan sebuah program CSR tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan manfaatnya.
“Kami tidak ingin hanya datang membangun, lalu selesai begitu saja. Kalau nanti ada yang perlu diperbaiki atau dikembangkan, silakan berkoordinasi dengan kami. Kami ingin PT BIB tetap hadir mendampingi agar fasilitas ini terus memberikan manfaat,” katanya.
Annang juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan fasilitas sanitasi. Berdasarkan pengalamannya mengunjungi sejumlah destinasi wisata di luar negeri, kenyamanan pengunjung sangat dipengaruhi oleh kebersihan toilet dan lingkungan sekitar.
“Toilet yang bersih mungkin terlihat sederhana, tetapi kenyamanan itu sangat berharga bagi pengunjung. Karena itu saya berharap fasilitas ini selalu dijaga tetap bersih, rapi, dan nyaman digunakan,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan sanitasi sehat dapat mendukung pengembangan pariwisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Batam, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wisata Pandang Tak Jemu, Gery Semet, mengapresiasi dukungan PT BIB yang dinilai telah menjawab kebutuhan mendasar kawasan ekowisata tersebut. Menurutnya, fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan penting karena lokasi itu rutin menerima kunjungan wisatawan dari berbagai negara.
“Mewakili Kelompok Sadar Wisata, kami mengucapkan terima kasih kepada PT BIB atas bantuan pembangunan toilet dan penanaman 300 mangrove. Fasilitas sanitasi ini memang sangat kami butuhkan karena kawasan ini sering dikunjungi tamu dari mancanegara, termasuk dari Korea,” ujar Gery.
Ia menjelaskan Ekowisata Pandang Tak Jemu selama ini menjadi salah satu lokasi edukasi lingkungan, khususnya mengenai ekosistem mangrove. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan kawasan pesisir Batam.
Menurut Gery, kondisi lingkungan di Batam saat ini membutuhkan perhatian serius. Ia menegaskan pihaknya tidak menolak pembangunan, namun berharap pembangunan tetap memperhatikan kelestarian alam.
“Batam saat ini sudah dalam kondisi darurat lingkungan. Kami bukan menolak pembangunan, tetapi setidaknya masih ada kawasan yang disisakan untuk anak cucu kita. Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir,” katanya.
Ia berharap kerja sama dengan PT BIB dapat terus berlanjut melalui berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk penanaman mangrove secara berkelanjutan serta pengembangan fasilitas penunjang wisata yang ramah lingkungan. Dengan begitu, kawasan Ekowisata Pandang Tak Jemu diharapkan semakin nyaman dikunjungi sekaligus tetap mampu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Batam.(*)

