
batampos – Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kepulauan Riau dalam beberapa hari terakhir mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Warga di Batam dan sejumlah daerah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, petir, serta angin kencang yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.
Kondisi tersebut diperkirakan disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat maupun transportasi laut.
“Wilayah yang diperkirakan terdampak di antaranya Kabupaten Bintan meliputi Telok Sebong dan Seri Kuala Lobam. Kemudian Kabupaten Karimun di wilayah Moro, Meral, Tebing, dan Meral Barat,” kata Ramlan, Sabtu (16/5).
BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem meluas hingga wilayah perairan dan pulau-pulau terluar. Di Kabupaten Natuna, hujan lebat diprediksi terjadi di kawasan Midai, Bunguran Barat, Serasan, Subi, Pulau Tiga, Bunguran Selatan, Serasan Timur, Bunguran Batubi, Pulau Tiga Barat, hingga Suak Midai.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, wilayah Siantan, Siantan Timur, dan Siantan Selatan diperkirakan turut mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai mengingat sebagian wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir yang rentan terhadap gelombang tinggi dan cuaca laut buruk.
Untuk Kota Batam, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di Belakang Padang, Batuampar, Nongsa, Bulang, Sei Beduk, Galang, dan Sagulung. Cuaca buruk juga diperkirakan meluas ke Sekupang, Lubuk Baja, Bengkong, Batam Kota, Batuaji, hingga Tanjungpinang.
Ramlan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor, pengguna transportasi laut, serta warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan pohon tumbang.
“Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang dan petir. Nelayan serta pengguna kapal kecil juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut,” ujarnya.
Selain faktor keselamatan di jalan dan laut, BMKG meminta warga memastikan saluran drainase di lingkungan permukiman tetap bersih guna mengurangi risiko genangan dan banjir. Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir disebut meningkatkan potensi limpasan air di sejumlah titik perkotaan di Batam.
BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan layanan prakiraan berbasis nowcasting untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang berlangsung cepat, terutama di wilayah pesisir dan perairan Kepulauan Riau.(*)

