Minggu, 10 Mei 2026

BP Batam Evaluasi Krisis Air di Rhabayu Green, Siapkan Penguatan Jaringan Distribusi

Berita Terkait

Spanduk protes dibentangkan warga Perumahan Rhabayu Green di kawasan Dapur 12, Sei Pelunggut, Sagulung.

batampos – Keluhan krisis air bersih yang dialami warga Perumahan Rhabayu Green, kawasan Dapur 12, Sei Pelunggut, Sagulung, mendapat tanggapan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Setelah delapan bulan dikeluhkan warga, BP Batam menyatakan akan melakukan evaluasi kebutuhan jaringan untuk memperkuat distribusi air di kawasan tersebut.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari PT Air Batam Hilir (ABH), jaringan air untuk Perumahan Rhabayu Green baru dipasang pada 2025 melalui skema percepatan, dengan jaringan pipa awal yang dibangun oleh pihak pengembang.

“Untuk Rhabayu Green, informasinya pemasangan dilakukan tahun 2025 dengan percepatan, sehingga jaringan pipa awal berasal dari developer,” kata Ariastuty, Minggu (10/5).

Baca Juga: 8 Bulan Air Hanya Mengalir Tengah Malam, Warga Rhabayu Green Sagulung Terpaksa Begadang

Menurutnya, BP Batam saat ini tengah meninjau kebutuhan tambahan jaringan pipa serta kapasitas produksi air agar distribusi ke kawasan tersebut bisa berjalan lebih optimal.

“Kami akan review kebutuhan tambahan pipa dan tambahan produksi untuk Rhabayu Green. Kemungkinan bisa masuk dalam kuartal tahap berikutnya,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi respons atas keluhan warga yang menyebut pasokan air di perumahan tersebut tidak normal selama delapan bulan terakhir. Air disebut hanya mengalir pada tengah malam hingga dini hari dengan durasi terbatas.

Salah seorang warga, Rudi, mengatakan kondisi itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.

“Sudah delapan bulan kami mengalami krisis air dan sampai sekarang belum ada solusi pasti. Kalau siang sampai malam mati total, kadang air cuma mengalir beberapa jam tengah malam,” ujarnya.

Warga juga menyoroti belum adanya kepastian penanganan antara pihak pengembang dan ABH. Menurut mereka, persoalan distribusi air terkesan saling lempar tanggung jawab.

Selain itu, status administrasi perumahan yang belum sepenuhnya diserahterimakan pengembang juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat penyelesaian persoalan air berjalan lambat. Hingga kini, tagihan air sebagian warga masih tercatat atas nama perusahaan pengembang, bukan pelanggan individu.

Menanggapi kondisi tersebut, BP Batam memastikan akan melakukan evaluasi teknis untuk mengetahui kebutuhan penguatan jaringan distribusi di kawasan Sagulung, termasuk di Perumahan Rhabayu Green.

Langkah itu diharapkan dapat menjadi solusi konkret agar ratusan warga di perumahan tersebut segera mendapatkan pasokan air bersih yang normal dan stabil. (*)

UPDATE