
batampos – Sejumlah calon penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket roro yang resmi di Batam, meski telah memantau penjualan melalui aplikasi Ferizy. Sementara praktik percaloan tiket kapal roro diduga masih terjadi di tengah tingginya arus mudik Lebaran.
Pantauan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, ratusan warga tampak antre untuk mendapatkan tiket. Mereka memilih datang langsung ke pelabuhan setelah gagal melakukan pemesanan secara daring.
Trias, warga Batamcenter, mengaku sudah berhari-hari mencoba mendapatkan tiket, namun belum juga berhasil. Ia menyebut sistem pemesanan kerap tidak bisa diakses saat memilih jadwal keberangkatan.
“Sudah coba klik jadwal, tapi tidak bisa. Mau pilih jam juga tidak bisa, akhirnya tidak jadi beli tiket,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: 22 Pekerja Datangi Posko Pengaduan THR, Kabanyak untuk Berkonsultasi
Menurutnya, selain kendala teknis, keterbatasan kuota juga menjadi persoalan. Banyak jadwal yang langsung penuh saat dibuka.
“Pas dicoba, sudah penuh semua. Tidak bisa klik karena kuota habis,” tambahnya.
Akibatnya, Trias terancam tidak bisa pulang kampung tahun ini. Padahal, seluruh persiapan mudik telah ia lakukan, termasuk untuk menjenguk keluarga yang sedang sakit.
“Semua sudah siap, tapi tiket tidak dapat. Apalagi ada keluarga yang sakit di kampung,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Resti, warga lainnya. Ia bahkan mengaku sempat ditawari tiket oleh calo dengan harga mencapai Rp700 ribu. Namun, ia mengurungkan niat karena tiket tersebut tidak jelas.
“Saya sempat mau ambil, tapi ternyata Rp700 ribu itu tidak jelas tiketnya. Jadi saya pikir-pikir lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: MBG Mulai Efektif dan Beroperasi Normal pada 31 Maret
Resti menilai kondisi mudik tahun ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut sistem yang ada belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Tahun lalu tidak seperti ini. Sekarang benar-benar kacau, sistemnya tidak jelas. Katanya mempermudah, tapi kenyataannya tidak,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui calo karena berpotensi penipuan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membeli tiket dari calo, karena itu berisiko penipuan,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti prosedur resmi, baik melalui aplikasi maupun pembelian langsung di pelabuhan.
“Kami juga menyiapkan petugas untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam pembelian tiket,” sebutnya. (*)



