Jumat, 1 Mei 2026

Cegah Lonjakan Omicron di Maret, Vaksinasi Booster Kini Bisa di Puskesmas

Berita Terkait

Salah seorang warga saat divaksin.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama FKPD masih menggesa vaksinasi booster atau dosis 3. Hal ini guna meningkatkan imun tubuh, dan upaya mencegah serangan virus Omicron di Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan percepatan vaksinasi ini salah satunya dengan membuka penyuntikan booster di Puskesmas yang ada di Kota Batam. Saat ini masyarakat bisa mendapatkan vaksin booster ketiga di Puskesmas terdekat dari tempat tinggal.

“Saat ini sudah 6.464 warga yang sudah divaksin booster atau dosis ketiga. Diharapkan kalau sudah dibuka puskesmas capaian vaksin bisa lebih banyak,” kata dia, Rabu (18/1).

Saat ini pemberian vaksin booster digelar di Vihara Maitreya, dan sekarang di Puskesmas juga sudah bisa didapatkan. Warga bisa mendaftar melalui online atau datang langsung ke puskesmas.

Untuk mendongkrak capaian vaksin, Rudi sudah meminta seluruh ASN yang memenuhi persyaratan untuk ikut vaksin dosis ketiga. Jadwal sudah dibuat untuk ASN ini mereka akan mendapatkan vaksin setiap hari Jumat. Pengaturan jadwal ini penting, karena berhubungan dengan pelayan publik dan kinerja ASN saat hari kerja.

“Apabila ada efeknya, misalnya demam Sabtu Minggu dia bisa istirahat di rumah,” kata Rudi.

Mengenai perkiraan puncak Omicron di Indonesia, Rudi mengatakan meskipun di Batam belum ada kasus, pihaknya tetap mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan. Terutama yang baru kembali dari kota yang saat ini banyak kasus Omicron.

“Larangan perjalanan tidak bisa diberlakukan. Jadi saya minta yang baru datang dari luar daerah benar-benar menjaga diri dan meningkatkan kewaspadaan, serta protokol kesehatan,” sebutnya.

Rudi mengaku vaksinasi Covid-19 akan terus digesa. Salah satunya untuk vaksin anak-anak. Persiapan agar virus Omicron ini tidak masuk ke Batam, masyarakat Batam harus sudah divaksin semua. Anak-anak umur 6 sampai 11 tahun diharapkan 2 minggu lagi sudah selesai.

“Sekarang baru 75 persen, saya sudah perintahkan seluruh kepala sekolah, mana anak yang belum divaksin panggil ke sekolah lalu divaksin,” jelas Rudi.

Menurutnya dengan adanya vaksin, imun tubuh bisa terjaga. Sehingga bisa mencegah omicron masuk ke Kepri. “Mudah-mudahan dengan adanya vaksin ini dan Kepri bisa aman,” katanya. (*)

Reporter: YULITAVIA

UPDATE