Senin, 8 Juni 2026

Daya Saing Batam Terancam Hilang

Berita Terkait

Infografis rencana kenaikan harga regasifikasi liquefied natural gas (LNG) mulai Juni 2026.

batampos – Rencana kenaikan harga regasifikasi liquefied natural gas (LNG) mulai Juni 2026 memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku usaha Batam. Kenaikan harga energi tersebut dinilai tidak hanya membebani industri manufaktur, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan tarif listrik, menggerus daya saing investasi, hingga mengancam lapangan kerja.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menilai dampak kenaikan harga LNG bisa menjalar ke berbagai sektor. Apalagi Batam merupakan daerah yang menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada sektor industri manufaktur dan investasi.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasid, mengatakan kenaikan harga LNG dari sekitar US$14,9 menjadi US$21 hingga US$25 per Million British Thermal Units (MMBTU) akan langsung menambah biaya produksi industri yang menggunakan gas sebagai sumber energi utama. Dengan kurs Rp18.039 per dolar AS, harga LNG yang semula sekitar Rp268 ribu per MMBtu, berpotensi melonjak menjadi Rp378 ribu hingga Rp451 ribu per MMBtu. Kenaikan tersebut berkisar 41 hingga 68 persen dibanding harga sebelumnya.

“Kenaikan harga LNG dengan persentase yang cukup tinggi tentu akan memukul industri di Batam yang menggunakan gas industri untuk kegiatan produksinya,” ujar Rafki.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

UPDATE