
batampos – Kasus dugaan penolakan pasien anak yang sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial akhirnya berakhir damai. PT Kimia Farma Diagnostika dan keluarga pasien berinisial HS sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara musyawarah dan kekeluargaan.
Kesepakatan damai itu dicapai setelah kedua belah pihak melakukan komunikasi dan mediasi terkait insiden yang melibatkan ananda ES, 4 tahun, di Klinik Kimia Farma Sekupang, Batam, Sabtu (23/5) lalu.
Mewakili keluarga pasien, kuasa hukum HS, Deo Situmeang, menyampaikan apresiasi kepada manajemen Kimia Farma Diagnostika yang dinilai responsif sejak persoalan tersebut mencuat ke publik. Menurutnya, pihak klinik membuka ruang komunikasi dan menunjukkan komitmen untuk memastikan penanganan kesehatan pasien tetap berjalan.
Baca Juga: Dinkes Batam Turun Lakukan Binwas Terkait Polemik Pelayanan di Klinik Kimia Farma Sei Harapan
“Kami sangat bersyukur dari segala sesuatu yang sudah terjadi, para pihak telah sepakat berdamai secara kekeluargaan,” ujar Deo, Minggu (7/6).
Deo mengatakan penyelesaian secara damai menjadi jalan terbaik bagi semua pihak. Terlebih, fokus utama keluarga saat ini adalah proses pemulihan kesehatan anak mereka.
Hal senada disampaikan kuasa hukum keluarga lainnya, Martin Situmeang. Ia menilai berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat selama ini tidak seluruhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Baca Juga: Kimia Farma Diagnostika Investigasi Dugaan Keluhan Pelayanan Klinik di Batam
Menurut Martin, hubungan antara keluarga pasien dan manajemen Kimia Farma kini telah berjalan baik. Bahkan, pihak Kimia Farma memberikan komitmen untuk mendukung kelanjutan pengobatan ananda ES melalui layanan prioritas yang dibutuhkan.
“Yang terpenting saat ini adalah kondisi anak dan bagaimana pelayanan kesehatan dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Kimia Farma Sumatera 5, Heru, mengucapkan terima kasih kepada keluarga pasien yang bersedia menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan.
Ia menegaskan Kimia Farma telah menyelesaikan investigasi internal terkait insiden yang terjadi di Klinik Kimia Farma Sekupang.
Menurut Heru, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat.
Ke depan, Kimia Farma akan melakukan penguatan tata kelola medis serta peningkatan standar pelayanan di seluruh jaringan kliniknya. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan terus melakukan perbaikan dan penguatan pelayanan kepada masyarakat. Klinik Kimia Farma Sekupang tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip keselamatan pasien,” ujarnya.
Di sisi lain, HS, keluarga pasien juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Dukungan publik dinilai menjadi bagian penting dalam mengawal penyelesaian persoalan hingga mencapai titik damai.
Keluarga berharap peristiwa yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak, baik penyedia layanan kesehatan maupun masyarakat, agar kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat.
Melalui pernyataan yang disampaikan, HS menegaskan bahwa persoalan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut telah diselesaikan dengan baik, damai, dan penuh semangat kekeluargaan.
HS juga menyatakan dukungannya kepada para tenaga kesehatan yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dia berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini sehingga pelayanan kesehatan di Batam maupun Indonesia semakin baik dan profesional di masa mendatang. (*)

