
Sanggar Seni Wan Sendari tampil memesona saat membawakan lagu dan tarian pada pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) di Kepri Mall, Kamis (9/12). Kegiatan ini digelar dua hari hingga Jumat (10/12) ini.
batampos – Pegelaran Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam yang digelar selama dua hari 9-10 Desember, wajib mengutamakan protokol kesehatan (protkes) pandemi Covid-19. Sehingga tujuan dari KSM sebagai upaya melestarikan kesenian melayu tercapai, namun tetap meninimalisir penyebaran virus Covid-19.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, KSM adalah event budaya yang digelar setiap tahun sejak tahun 1999. Untuk tahun 2021 ini merupakan ke-23. KSM merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-192.
BACA JUGA: Kenduri Seni Melayu, Ajang Romantisme, Berekspresi dan Gairahkan Pariwisata
“Saya ingat Brunei Darussalam menampilkan tari, mereka stay di Batam selama 5 hari, artinya ada kegairahan orang luar negeri terhadap event (KSM) ini,” ungkapnya.
Amsakar berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir sehingga negara sahabat dapat membuka kran pintu masuk wisatawan. Sebab, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam yakni dari pajak hotel dan restoran.
“Kita berharap Covid-19 ini segera berakhir. Dan setiap kegiatan tetap menjaga protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” pintanya.
Direktur Event Daerah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Reza Pahlevi, mengapresiasi Pemko Batam mengelar event Melayu saat pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan Kemenparekraf menyusun panduan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) bagi seluruh sektor pariwisata dan ekraf. “Kita tahu sudah banyak hotel di Batam yang sudah mempunyai sertifikasi CHSE,” sebutnya.
Reza meyakini, KSM dapat memberikan dampak besar bagi pelestarian kebudayaan Melayu dan wadah bagi seniman Melayu di Kota Batam. Serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat khususnya di sektor pariwisata dan ekraf.
“Selamat kepada seluruh peserta, panitia, Pemko Batam yang berusaha memajukan pariwisata dan ekraf,” ucapnya.
Sementara, Kadisbudpar Kota Batam, Ardi Winata memastikan selama kegiatan berlangsung, protokol kesehatan menjadi hal utama yang diperhatikan. KSM satu-satunya event yang terus dilaksanakan setiap tahunnya.
“Alhamdulillah acara berlangsung meriah dan tetap mematuhi protkes. Selain musik Ghazal, ada puisi, musik, menari yang ditampilkan,” katanya.
KSM dihadiri oleh negara serumpun, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Kemudian dari Australia, Cina, Rusia. Namun situasi Covid-19, KSM diikuti dari peserta dalam negeri dari pengiat seni dari Kota Medan, Kota Pekan Baru, dan Kota Tanjungpinang.
“Event (KSM) ini yang ditunggu oleh teman-teman seluruh Indonesia dan di kuar negeri. KSM perna dihadiri oleh teman-teman dari Rusia Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Kita berharap tahun 2022 mereka bisa kembali. Yang paling utama, pandemi Covid-19 di seluruh dunia cepat berakhir. ,” ucapnya. (*)
Reporter: Yashinta



