
batampos – Polemik penjualan daging babi (B2) di kawasan Seipelenggut, Kecamatan Sagulung, Batam, menjadi sorotan setelah video keributan antara pedagang dan petugas kecamatan beredar di media sosial.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, menjelaskan pihaknya turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas penjualan daging babi yang berada di dekat permukiman warga dan di tepi badan jalan pada Minggu (24/5).
“Kami menerima laporan masyarakat terkait adanya pedagang babi yang berjualan dekat permukiman dan sudah mendekati badan jalan. Karena itu, Kasi Trantib langsung turun ke lokasi,” ujar Arfie, Kamis (28/5).
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan tidak melarang aktivitas penjualan daging babi. Namun, pedagang diminta memperhatikan lokasi serta cara berjualan agar tidak terlalu terbuka di ruang publik.
“Kita tidak bisa melarang, tetapi mengimbau agar tidak terlalu vulgar. Minimal agak tertutup dan cukup ada tulisan saja,” katanya.
Menurut Arfie, situasi di lapangan sempat memanas akibat adanya provokasi dari sejumlah pihak sehingga memicu keributan antara pedagang dan petugas.
“Kemarin sempat diprovokasi oleh kawan-kawan pedagang hingga terjadi keributan,” ungkapnya.
Saat ini, pihak kecamatan masih berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam untuk memastikan aturan yang berlaku terkait penjualan daging babi di kawasan tersebut.
“Kami masih berkonsultasi dengan dinas terkait. Kecamatan sifatnya hanya melakukan pendampingan, selanjutnya dinas bersama Satpol PP yang akan menindaklanjuti,” jelasnya.
Arfie juga menekankan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Kita lakukan secara persuasif agar persoalan ini tidak dikaitkan dengan isu SARA,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan kecamatan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah keributan meluas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk penanganan persoalan ini. Yang terpenting situasi tetap aman dan tidak terjadi keributan yang meluas di tengah masyarakat,” ujarnya. (*)



