Sabtu, 22 Januari 2022

Distributor Cabai di Batam Abaikan Disperindag

- Iklan -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terkait

spot_img
spot_img
- Iklan -spot_img
Cabai Rawit Mahal f Iman Wachyudi
Harga cabai di pasaran Batam masih fluktuatif dan cenderung naik. Harga cabai jenis rawit tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos

batampos – Harga cabai rawit di Batam melambung hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg), Selasa (4/1). Pedagang mengungkapkan penyebab tingginya harga cabai di pasaran karena mereka mendapatkan harga yang sudah tinggi dari distributor cabai di pasar pagi Jodoh.

“Ya dari distributornya sudah tinggi, kami pun tak mungkin jual rugi,” ujar Agus, penjual sayur mayur di pasar Botania Batamcenter.

Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau belum mendapat informasi terkait harga cabai rawit yang naik tiba-tiba. Namun untuk harga yang memang sedang tinggi di pasaran Batam, sempat dikonfirmasi ke distributor.

“Kami sudah beberapa kali konfirmasi ke distributor cabai, namun mereka tak memberi jawaban. Saat dipanggil, mereka juga tak datang. Sudah datangi gudang mereka juga, tapi memang tak ada jawaban pasti,” tegas Gustian.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tiba-tiba Naik Jadi Rp 100 Ribu

Dikatakan Gustian, saat ini pasokan cabai di Batam dimonopoli tiga distributor. Mereka pun memberikan harga suka-suka tanpa adanya pertimbangan terkait kondisi masyarakat.

“Ya, selama ini mereka yang menentukan harga. Pernah beberapa kali ketemu, mereka turunkan sesaat Kemudian naik lagi. Ini yang bikin kami bingung, apalagi mereka tak bergabung ke dalam asosiasi distributor di Batam, ” jelas Gustian.

Menurut Gustian, distributor cabai itu juga tak pernah berkooordinasi dengan Disperindag Kota Batam. Sehingga Disperindag tak tahu kendala yang dihadapi para distributor itu untuk memasok cabai ke Batam.

“Kami kurang tahu kendala mereka, entah biaya transportasi, pengiriman atau lainnya. Karena memang mereka tak pernah beritahu kami. Seandainya ada koordinasi, mungkin bisa beri solusi atau jawaban. Ini tak ada sama sekali,” tegas Gustian.

Disisi lain, saat ini Disperindag tengah membuka peluang untuk investor atau distributor baru untuk menjadi pemasok cabai ke Batam. Apalagi, Disperindag Kota Batam sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Sumatra Utara serta Petani cabai.

“Saya sudah tawarkan ke asosiasi distributor di Batam, beberapa distributor mengaku siap dan berminat. Mereka tinggal jalani, karena memang sudah ada kerjasama terkait pasokan cabai. Insyallah Februari sudah dimulai,” ungkap Gustian. (*)

Reporter: Yashinta

spot_img

Update