Senin, 27 April 2026

DKPP Batam Siapkan 9.000 Hewan Kurban, Pengawasan Kesehatan Diperketat

Berita Terkait

Jelang hari Raya Idul Adha penjual hewan kurban mulai bermunculan menawarkan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, salah satu penjual hewan kurban di kawasan Simpang Seraya. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memastikan ketersediaan hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 1447 Hijriah di Batam dalam kondisi aman. Tahun ini, kebutuhan hewan ternak kurban diperkirakan mencapai sekitar 9.000 ekor, terdiri dari 3.000 ekor sapi dan sekitar 6.000 ekor kambing.

Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, pengawasan kesehatan hewan diperketat guna memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan dan disembelih dalam kondisi sehat serta bebas penyakit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis mengatakan, kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada 2025 jumlah hewan kurban di Batam tercatat sebanyak 6.807 ekor, terdiri dari 2.338 sapi dan 4.469 kambing. Tahun ini jumlah kebutuhan diperkirakan naik seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berkurban.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, stok sapi yang tersedia di Batam saat ini telah mencapai sekitar 3.000 ekor. Pasokan didatangkan dari Lampung dan Pulau Jawa.

Sementara itu, stok kambing saat ini berkisar antara 4.000 hingga 5.000 ekor yang berasal dari Medan dan Lampung. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mendekati Hari Raya Iduladha.

“Untuk stok, Batam pada prinsipnya tidak pernah kekurangan. Pasokan terus masuk dari luar daerah dan akan bertambah mendekati hari raya,” ujar Mardanis.

Selain memastikan kecukupan stok, DKPP Batam juga memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak. Setiap hewan yang masuk ke Batam wajib menjalani pemeriksaan laboratorium sebelum dikirim.

Setelah tiba di Batam, hewan-hewan tersebut kembali diperiksa secara berkala, terutama satu hingga dua minggu sebelum hari penyembelihan.

Pengawasan itu dilakukan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia wilayah Kepri dan Badan Karantina Indonesia wilayah Kepri untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular, terutama Penyakit Mulut dan Kuku.

“Hewan yang sehat akan diberi tanda sebagai bukti layak jual dan layak kurban. Sedangkan yang terindikasi penyakit tidak diperbolehkan diperjualbelikan ataupun dijadikan hewan kurban,” tegasnya.

Selain pasokan reguler, Batam tahun ini juga dijadwalkan menerima bantuan satu ekor sapi kurban jenis limosin berbobot sekitar satu ton dari Prabowo Subianto.

Menurut Mardanis, sapi bantuan presiden tersebut biasanya tiba sekitar 20 hari sebelum Hari-H dan akan mendapatkan pengawasan khusus hingga proses penyembelihan.

Rencananya, sapi tersebut akan dikurbankan di Masjid Agung Raja Hamidah. Lokasi itu berbeda dari tahun lalu yang dilaksanakan di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. (*)

UPDATE