Rabu, 27 Mei 2026

DLH Klaim Sampah Botania 1 Rutin Diangkut

spot_img

Berita Terkait

Sampah di kawasan ruko Botania 1 Batam Kota masih terlihat menumpuk, Senin (25/5) siang. Kondisi ini dikeluhkan karena merusak wajah kota dan mengeluarkan bau. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam membantah adanya pembiaran terhadap tumpukan sampah di kawasan Botania 1, Batamcentre, yang dikeluhkan warga dan pelaku usaha karena belum diangkut hingga hampir dua pekan terakhir.

‎Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, mengklaim pengangkutan sampah di kawasan perumahan maupun pasar di wilayah tersebut, selama ini tetap berjalan rutin sesuai jadwal.

‎“Kalau di setiap perumahan aman lah itu pasti diangkut. Mana bisa kita memperlambat, sesuai dengan jadwal, satu kali dalam tiga hari atau paling cepat satu kali dala dua hari,” kata Dohar kepada Batam Pos, Senin (25/5).

‎Meski demikian, Dohar mengakui terdapat kendala di lapangan yang menyebabkan pengangkutan tidak selalu berjalan maksimal. Salah satu faktor utama, menurut dia, adalah kondisi cuaca hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: 5 Titik Banjir di Sagulung, Camat Sebut 4 Titik Sudah Teratasi

Ia menyebut petugas pengangkut sampah juga menghadapi kesulitan saat bekerja di tengah hujan dengan kondisi medan yang tidak mudah.

‎“Memang agak repot memang. Karena memang hujan. Kasihan pekerja juga, macam zaman penjajahan Belanda kita tengok kerja hujan-hujan,” ujarnya.

‎DLH sendiri mengaku saat ini masih menyesuaikan pola jadwal pengangkutan sampah di sejumlah wilayah di Batam, termasuk Batamcentre.

‎Menurut Dohar, ada kawasan yang pengangkutannya dilakukan setiap dua hari sekali dan ada juga yang tiga hari sekali tergantung kondisi lapangan dan volume sampah.

‎“Ada yang tiga hari, ada yang dua hari pengangkutan. Menyesuaikan lah. Tapi paling tidak diangkat lah sampahnya itu,” katanya

‎Namun pernyataan DLH tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Sebelumnya, warga dan pelaku usaha di kawasan Botania 1 mengeluhkan tumpukan sampah yang sudah hampir dua pekan belum juga diangkut.

‎Sebelumnya, pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat meluber hingga ke badan jalan. Bau menyengat tercium dari kejauhan, sementara lalat mulai memenuhi area sekitar tempat pembuangan sementara tersebut.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Sagulung, TPS Dibangun di Perumahan dan Kavling

Kondisi itu dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menciptakan kesan kumuh di kawasan yang merupakan salah satu pusat aktivitas usaha di Batamcentre.

‎Sejumlah warga juga mempertanyakan keseriusan penanganan sampah oleh pemerintah daerah. Pasalnya, kawasan Botania 1 bukan wilayah pinggiran, melainkan area padat penduduk dan usaha yang setiap hari ramai dilalui masyarakat.

‎Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah yang meluber ke jalan juga dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu gangguan kesehatan apabila dibiarkan terlalu lama.

‎DLH sendiri memastikan akan segera menurunkan petugas untuk melakukan pengangkutan apabila memang masih ditemukan tumpukan sampah yang belum terangkut di lokasi tersebut.

‎“Kalau memang belum diangkat juga, nanti kita gerakkan anggota untuk lakukan pengangkutan,” ujar Dohar.

‎Persoalan sampah di Batam belakangan memang kembali menjadi sorotan. Selain persoalan keterlambatan pengangkutan di sejumlah titik permukiman, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur yang terus membesar juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun BP Batam.

‎Di sisi lain, masyarakat berharap persoalan sampah tidak lagi dianggap masalah rutin yang terus berulang tanpa solusi permanen. Sebab bagi warga, sampah yang menumpuk berhari-hari bukan sekadar soal keterlambatan pengangkutan, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kesehatan, dan wajah Kota Batam sebagai daerah industri dan pariwisata. (*)

 

ReporterM. Sya'ban
spot_img

UPDATE

Play sound