Selasa, 9 Juni 2026

Sampah Menggunung di Botania Garden, Warga Meminta Segera Diangkut

Berita Terkait

Tumpukan sampah terlihat di kawasan ruko Botania Garden, Batamkota, Senin (8/6). F.Yashinta

batampos – Tumpukan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan ruko Botania Garden, Batamkota, Senin (8/6). Sampah yang menumpuk di sepanjang kawasan pertokoan itu sudah cukup lama tidak diangkut, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha.

Pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat menggunung hingga meluber ke badan jalan. Kondisi tersebut membuat pemandangan kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat itu tampak kumuh. Selain mengeluarkan aroma menyengat, sampah yang menumpuk juga dipenuhi lalat.

Andi, salah seorang karyawan di kawasan ruko Botania Garden, mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah lebih dari sepekan tidak diangkut petugas kebersihan. Akibatnya, volume sampah terus bertambah setiap hari.

“Sudah lebih dari satu minggu tidak diangkut. Sampahnya makin banyak dan sangat mengganggu aktivitas kami yang bekerja di sini,” ujarnya, Senin (8/6).

Baca Juga: Kendala Dana Operasional, Puluhan SPPG di Batam Hentikan Layanan Sementara

Menurut Andi, kondisi tersebut semakin parah saat cuaca panas. Bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah menyebar hingga ke area pertokoan dan membuat warga tidak nyaman.

“Di sini padahal kawasan pedagang, tapi tumpukan sampah dibiarkan seperti ini,” jelasnya.

Ia juga mengkhawatirkan dampak kesehatan yang bisa muncul apabila sampah terus dibiarkan menumpuk. Selain menjadi sarang lalat, tumpukan sampah berpotensi mengundang tikus dan hewan pembawa penyakit lainnya.

“Kami berharap petugas kebersihan segera mengangkut sampah ini. Sudah terlalu banyak dan sangat mengganggu lingkungan sekitar,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Dinda, warga yang kerap melintas di kawasan tersebut. Ia mengaku dalam beberapa minggu terakhir sering melihat sampah menumpuk dan tidak segera diangkut.

“Jujur, tumpukan sampah ini sangat mengganggu. Sudah tidak tertolong banyaknya,” ujarnya.

Baca Juga: Kebocoran Air Terjadi pada Jaringan Distribusi Utama

Menurut Dinda, kondisi tersebut masih sedikit terbantu karena sebagian pedagang berinisiatif mengumpulkan dan menyusun sampah di satu titik. Namun, tidak sedikit pula sampah yang akhirnya meluber hingga ke badan jalan.

“Untung ada pedagang yang menyusun sampah itu supaya tidak berserakan. Tapi ada juga yang meluber sampai ke jalan, jadi tidak enak dipandang,” katanya.

Warga berharap instansi terkait dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah di kawasan tersebut. Mereka khawatir jika kondisi itu terus berlanjut, tumpukan sampah akan semakin besar dan berdampak pada kesehatan serta kenyamanan masyarakat.

Sebelumnya, persoalan serupa juga sempat terjadi di kawasan Botania Garden. Tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama beberapa kali dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Karena itu, masyarakat berharap ada solusi jangka panjang agar masalah sampah tidak terus berulang dan kawasan pertokoan tetap bersih serta nyaman bagi pengunjung. (*)

ReporterYashinta

UPDATE