
batampos – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Batam yang bersumber dari pajak dan retribusi tahun 2021 cukup maksimal. Berdasarkan siependa.batam.go.id PAD Batam di APBD-P 2021 ditargetkan Rp 1,2 triliun dan tercapai Rp. 1,1 triliun atau 91.52 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah mengatakan capaian ini sudah cukup baik, bila dibandingkan tahun 2020 lalu, saat pertama kali badai pandemi menghantam Batam. Perlahan tapi pasti kondisi membaik, dan turut berdampak terhadap capaian PAD.
Seperti diketahui tahun 2021 kondisi pemulihan ekonomi berjalan baik. Meskipun beberapa kali mengalami refocusing dan perubahan anggaran, Batam berhasil mencapai hasil cukup baik.
“Ini karena membaiknya ekonomi, dan berdampak terhadap pendapatan asli daerah. Beberapa kegiatan pusat yang digelar di Batam juga memberikan dampak,” kata dia, Kamis (6/1).
Tahun ini APBD Batam ditargetkan bisa mencapai angka Rp 3,2 triliun. Untuk PAD ditargetkan Rp 1,6 triliun. Ia berharap capaian tahun ini lebih baik dari pada tahun 2021 lalu. Semakin membaiknya keadaan, meskipun penyumbang terbesar salah satunya adalah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) belum ada pergerakan.
“Jadi kami maksimalkan dari pajak, dan retribusi dulu. Upaya tentu akan kami lakukan agar bisa mendongrak capaian PAD,” terangnya.
Azmansyah menambahkan program stimulan yang bisa meningkatkan minat objek pajak untuk membayar pajak akan kembali dilakukan. Selain itu upaya jemput bola juga masih menjadi salah satu cara dalam menarik pajak daerah.
“Nanti akan kami rancang lagi, apa saja yang harus dilakukan agar capaian lebih baik. Untuk program yang sudah berjalan dan dapat respon positif tentu akan kami lanjut dan tingkatkan,” ungkapnya.
Berdasarkan siependa.batam.go.id tahun 2021 lalu Bat berhasil mendapatkan Rp 796 miliar dari target Rp 945 miliar atau 84 persen. Sementara untuk retribusi daerah Rp 95 miliar dari target 127 miliar atau 74 persen. (*)
Reporter : YULITAVIA

