Minggu, 29 Maret 2026

Hang Nadim Masuk 7 Besar Tersibuk, Penumpang Naik 10 Persen saat Mudik Lebaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Arus balik lebaran terlihat mulai ramai di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (24/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – PT Bandara Internasional Batam mencatat lonjakan signifikan selama arus mudik Lebaran 2026 dari Bandara Hang Nadim Batam. Dalam 13 hari periode 13 hingga 26 Maret, jumlah penumpang mencapai 225.290 orang. Angka ini meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 204.851 penumpang.

Tak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan sekitar 11 persen. Dari total pengajuan 342 penerbangan tambahan (extra flight), sebanyak 280 penerbangan telah direalisasikan.

Direktur Operasi o, Anton Marthalius, menyebut peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik tahun ini.

“Pertumbuhan penumpang dan penerbangan cukup signifikan. Namun operasional tetap kami jaga agar berjalan lancar dan terkendali,” ujarnya, Jumat (27/3).

Meski trafik meningkat, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) tetap terjaga di angka 83 persen. Hal ini dinilai sebagai indikator bahwa pengelolaan operasional berjalan optimal di tengah lonjakan penumpang.

Sejumlah kota besar masih menjadi tujuan favorit penumpang dari Batam. Di antaranya Jakarta, Pekanbaru, Medan, Palembang, Surabaya, dan Padang. Tingginya mobilitas tersebut turut mendorong Bandara Hang Nadim masuk dalam daftar tujuh besar bandara tersibuk di Indonesia selama arus mudik tahun ini.

“Untuk Jakarta, Medan, Pekanbaru , Padang dan Palembang, masih jadi destinasi favorit,”
Jelasnya.

Anton menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Salah satunya dengan pengaturan kepadatan sejak area check-in.

“Kami menyesuaikan kapasitas layanan dengan jumlah penerbangan. Tujuannya agar arus penumpang tetap mengalir tanpa penumpukan,” jelasnya.

Pada periode arus balik, perhatian difokuskan pada sejumlah titik rawan kepadatan. Di antaranya area pengambilan bagasi (conveyor), ketersediaan troli, hingga layanan transportasi lanjutan seperti taksi.

“Kami sudah siapkan langkah antisipasi di titik-titik tersebut agar tidak menimbulkan gangguan kenyamanan penumpang,” tambahnya.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 18.329 orang. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+6 atau 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sebanyak 18.897 orang.(*)

ReporterYashinta

UPDATE