
batampos – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk berharap kedatangan turis mancanegara dari Singapura pada 18 besok tidak kembali ditunda.
Sebab, dari hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsein Loong di Bintan beberapa waktu yang lalu, Lee telah memberi izin warganya untuk keluar negeri.
Jadi mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta dan akan kembali mengunjungi Batam dan Lagoi dalam waktu dekat.
Sandiaga sangat serius dan mengawal pembukaan travel bubble ini. Bahkan, kata Jadi, Sandiaga akan kembali melakukan komunikasi dengan Pemerintah Singapura jika ditemukan adanya kendala.
“Mudah-mudahan bisa berjalan,” harap Jadi saat ditemui di kawasan Batamkota, Selasa (15/2).
Ia tidak mengharapkan wisatawan mancanegara yang akan datang ke Nongsa dan Lagoi nantinya akan langsung banyak. Sebab, dengan satu keberangkatan yang membawa 20 sampai 30 orang, menurut Jadi itu sudah merupakan sesuatu yang baik. Karena, kedatangan turis saat ini masih dalam tahapan uji coba.
“Kalau proses masuk ini bisa berjalan baik, saya kira lambat laun akan diikuti dengan turis lainnya,” tuturnya.
Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan di Nongsa maupun Lagoi yang diyakini Jadi sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang dipersiapkan Satgas Covid-19.
“Hanya saja tergantung dari kesiapan warga Singapura yang masuk dan keluar Batam. Tapi kita berharap bisa meyakinkan turis mancanegara masuk ke Nongsa dan Lagoi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak dua tahun ini sangat berdampak kepada sektor pariwisata, khususnya hotel. Sehingga, hotel-hotel mengeluarkan kebijakan pengurangan tenaga kerja, pengurangan jam kerja hingga menutup operasional.
“Karena memang hotel ini mengandalkan kamarnya. Saya kita dampaknya sangat besar,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penantian panjang pelaku wisata di Batam, khususnya di kawasan Nongsa Sensation, terhadap kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) akan segera menjadi kenyataan. Wisman perdana asal Singapura dijadwalkan tiba di Batam 18 Februari ini.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Rudi pun meminta pelaku wisata di Nongsa Sensation bersiap menyambut kedatangan wisman dari Singapura, Jumat (18/2) mendatang.
Pelonggaran aturan dari pemerintah Singapura menjadi faktor travel bubble bisa direalisasikan. Selama ini, penundaan travel bubble ini disebabkan karena pengetatan aturan yang dilakukan Pemerintah Singapura yang masih memberlakukan karantina selama tujuh hari.
Sejak Covid-19 memasuki Batam, sektor pariwisata merupakan paling banyak terdampak. Hotel tutup karena tidak bisa menanggung biaya operasional karena tidaknya adanya tamu, yang mayoritas berasal dari wisman selama ini.
“Masuknya wisman akan kembali membuat pariwisata hidup. Untuk itu perlu saya ingatkan tolong protokol kesehatan ini dijaga betul. Kalau cepat berlalu, maka recovery juga bisa berlangsung cepat,” ujar Rudi.
Ketua Nongsa Sensation Andy Fong juga membenarkan wisman Singapura perdana akan masuk pada 18 Februari 2022.
“Iya, pelayaran perdana 18 Februari menggunakan kapak BatamFast. Berangkat dari Singapura pukul 15.00 dan tiba di pelabuhan Feri Nongsa Pura sekira pukul 14.40 WIB,” ujar Andy.
Pada pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanah Merah Singapura ke Nongsa dijadwalkan sebanyak 120 orang wisman. Setelah pelayaran perdana itu, nanti akan ada satu pelayaran rutin setiap hari. Namun, jika permintaan tinggi, makan tidak menutup kemungkinan pelayaran ditambah. “Tergantung permintaan,” ujar Andy. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah

