Kamis, 23 April 2026

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Sosialiasi Protkes Tak Boleh Kendur

Berita Terkait

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut Satgas Penanganan Covid-19 Nasional di Kantor Wali Kota Batam. Foto: Humas Pemko untuk Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nasional mengunjungi Kota Batam untuk melihat penanganan pandemi di wilayah ini, Senin (22/11/2021).

Kunjungan tersebut sekaligus untuk mengevaluasi sejauh mana metode pengendalian Covid-19 di daerah industri. Termasuk, terkait penerapan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19.

“Kita tak boleh berhenti, sosialisasi kepada masyarakat (terkait protkes) harus selalu dilakukan. Bagaimanapun juga, pandemi ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tapi juga ekonomi hingga sosial budaya,” ujar anggota Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen Pol (Purn) Hartono.

Adapun, protkes tersebut adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (protkes 5M).

Lanjut Hartono, penanganan pandemi ini tidak bisa dilakukan hanya oleh sebagian elemen masyarakat.

Namun, harus melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat dan elemen lainnya seperti yang sudah berjalan di Kota Batam selama ini.

“Apalagi, Desember ini ada Natal dan Tahun Baru, mobilitas masyarakat juga cukup tinggi, sehingga perlu diwaspadai,” sebutnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kerja kolektif semua pihak sudah terjalin sejak awal. Baik itu antara pemerintah dengan masyarakat, kalangan pengusaha, termasuk lintas instansi hingga TNI/Polri. Pihaknya menyadari, kebersamaan merupakan kunci penanganan Covid-19.

“Kami dan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) sangat kompak serta didukung oleh masyarakat,” ucap Rudi.

Wali Kota mengingat kembali ketika pada awal Covid-19 masuk ke Batam, ia mengambil keputusan yang juga disetujui semua pihak agar sektor industri tidak ditutup. Dengan demikian, penanganan Covid-19 tetap berjalan, begitupun kegiatan industri.

“Dari awal saya tak pernah lockdown (mengunci wilayah), karena saya menimbang antara kesehatan dan ekonomi harus sama-sama jalan,” katanya.

Terkait penanganan Covid-19, ia juga menyebutkan baik Pemerintah Kota (Pemko) maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam juga bahu membahu bergandengan tangan.

Dari menyiapkan infrastruktur penanganan, ikut melakukan sosialisasi, hingga penanganan dampak dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

“Kami juga siapkan rusun (rumah susun) Pemko maupun BP Batam untuk lokasi karantina,” sebut Rudi yang juga Kepala BP Batam tersebut.

Menurutnya, aparat TNI/Polri juga ikut aktif dalam mencegah sekaligus menangank Covid-19.

Rudi dan Amsakar juga melibatkan seluruh elemen dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pengusaha dan lainnya dalam penanganan wabah itu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan, penanganan Covid-19 juga terstruktur hingga ke level bawah dengan pembentukan posko PPKM berskala mikro hingga tingkat RT/RW. Total, ada sekitar 3.800 posko PPKM yang terbentuk.

“Jumlah ini sama dengan 87 persen dari jumlah RTRW se-Kota Batam,” sebut Wakil Wali Kota.

Adapun, petugas posko melibatkan unsur RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga para tokoh setempat. Mereka melakukan monitoring di wilayah masing-masing.

“Masyarakat yang membutuhkan penanganan oleh petugas (akibat terpapar Covid-19), diinformasikan kepada puksesmas dan kemudian dibawa ke pusat isolasi terpadu di Asrama Haji untuk yang OTG (Orang Tanpa Gejala), dan rumah sakit bagi pasien bergejala,” terang Amsakar.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi dan Ketua Tim Survei Herd Immunity Kota Batam, dr Ibrahim, turut memaparkan hasil survei kekebalan komunal (herd immunity) yang dilakukan pemerintah terhadap warga Batam.

Survei tersebut dilakukan oleh Pemko Batam untuk melihat tingkat kekebalan tubuh masyarakat Batam terhadap Covid-19.

Survei itu dilakukan pada warga yang belum vaksin ataupun yang sudah mendapat suntikan vaksin.

Untuk hasilnya, 90 persen imun masyarakat Batam sudah terbentuk dan 10 persen masih rentan terhadap Covid-19. Survei tersebut dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dan melibatkan ahli epidemiologi di Batam. (*)

Reporter : Ratna Irtatik

UPDATE