Kamis, 23 April 2026

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Bertambah Lagi

Berita Terkait

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos.co.id –  Angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam kembali bertambah satu orang. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Batam sampai Jumat, 12 November 2021, tercatat, jumlah kasus aktif tersisa 10 orang.

Dimana, tujuh orang diantaranya menjalani isolasi mandiri dan tiga lain dirawat di rumah sakit.

“Update sampai dengan Jumat (12/11) jumlah kasus aktif bertambah jadi 10 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, Didi Kusmarjadi.

Selain kasus positif lanjutnya, angka kematian pasien positif Covid-19 saat ini sudah tidak ada laporan lagi.

Bahkan sepanjang tiga pekan ini sudah tidak ada lagi laporan kasus kematian akibat Covid-19.

Terkait kasus aktif ini, Didi mengaku pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan dalam hal meningkatkan tracing.

Dimana, sesuai edaran Kemendagri untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15 ini dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Batam.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan meningkatkan tracing menjadi 15 orang, untuk setiap satu kasus positif Covid-19. Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak.

“Karena kalau kontak erat saja, terkadang tidak tercapai,” ungkap Didi.

Sementara itu bila melihat per wilayah, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam per 12 November 2021 mencatat penambahan satu kelurahan lagi zona kuning yakni Batu Selicin.

Sehingga dengan adanya penambahan ini ada empat kelurahan dari 64 kelurahan di Batam berzona kuning.

Adapun kelurahan lainnya ialah, Sukajadi dengan tujuh kasus aktif, Bukit Tempayan dan Batu Besar dengan masing-masing satu kasus aktif.

Sementara itu untuk vaksinasi, Didi menyebutkan, sebanyak 86,9 persen warga Batam sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Ia menjelaskan, dari 907.317 total sasaran vaksin, sebanyak 788.949 atau 86,9 persen diantaranya sudah mendapat suntikan vaksin tahap pertama. Sementara sebanyak 648.861 atau 71,51 persen mendapatkan dosis kedua.

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE