Jumat, 24 April 2026

Pemko ‎Benahi 1.700 TPS, DLH Ajak Warga Berhenti Buang Sampah Sembarangan

Berita Terkait

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat meninjau TPS di Tanjunguma. (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai bergerak lebih serius membenahi persoalan sampah yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Tidak hanya fokus pada penambahan fasilitas, DLH juga menekankan satu hal penting: kesadaran warga.

‎Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi masyarakat.

‎“Saya ingin bagaimana membangun kesadaran masyarakat supaya mereka mau membuang sampah pada TPS atau tempat yang sudah kita sediakan,” kata Dohar, Kamis (23/4) siang.

‎Saat ini, DLH mencatat terdapat sekitar 1.700 titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah Batam. Dari jumlah tersebut, sebagian akan ditata ulang agar lebih layak, bersih, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.

‎Perbaikan yang dilakukan tidak sekadar kosmetik. DLH akan membangun landasan TPS dengan perkerasan beton, sehingga area pembuangan lebih mudah dibersihkan setelah proses pengangkutan.

‎Selain itu, penataan juga mencakup seperti, penempatan ulang TPS agar tidak mengganggu akses jalan dan lingkungan sekitar, Penyediaan bin kontainer di titik-titik strategis, Pembersihan area TPS secara berkala agar tidak menimbulkan bau

‎“Titik-titik TPS ini akan kita rapikan. Kita buat tempatnya lebih layak, supaya setelah sampah diangkut tidak meninggalkan bau dan tidak mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

‎Sebagai bagian dari penguatan fasilitas, Pemko Batam juga akan menambah 100 unit bin kontainer pada tahun 2026. Kontainer ini akan disebar di sejumlah TPS yang dinilai padat dan rawan penumpukan sampah.

‎Namun, Dohar menegaskan bahwa penambahan fasilitas saja tidak cukup jika perilaku masyarakat tidak berubah.

‎“Percuma kita siapkan fasilitas kalau masih buang sampah sembarangan. Ini harus sama-sama kita jaga,” tegasnya.

‎Di sisi pelayanan, DLH juga melakukan perubahan signifikan pada sistem pengangkutan sampah. Jika sebelumnya pengangkutan hanya dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu di beberapa kawasan, kini ditargetkan menjadi satu kali setiap hari, atau paling lambat satu kali dalam dua hari.

‎“Artinya pelayanan kita tingkatkan. Pemerintah mengangkut dari TPS ke TPA, tapi masyarakat juga harus disiplin buang di tempatnya,” kata Dohar.

‎Sejumlah kawasan permukiman seperti Bouverly dan beberapa perumahan lain sudah mulai menerapkan pola pengangkutan harian. DLH menargetkan sistem ini dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Batam.

‎Selain itu, DLH juga mulai menggandeng perangkat RT dan RW untuk memperkuat pengawasan di tingkat lingkungan. Peran masyarakat dinilai krusial untuk memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah liar di pinggir jalan maupun lahan kosong.

‎Dohar mengingatkan, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut estetika kota dan kesehatan lingkungan.

‎“Kalau sampah dibuang sembarangan, bukan hanya bau. Tapi juga merusak wajah kota dan bisa berdampak pada kesehatan,” katanya.

‎Dengan pembenahan fasilitas, peningkatan layanan, dan dorongan kesadaran masyarakat, Pemko Batam berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi sorotan bisa berangsur membaik.

‎“Saya harap ini jadi kerja bersama. Pemerintah berbenah, masyarakat juga ikut berubah. Kalau dua-duanya jalan, Batam bisa jadi kota yang benar-benar bersih,” kata dia.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE