
batampos – Kasus Covid-19 kembali meledak di Kota Batam pada Selasa (1/2). Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat, kasus aktif di Batam bertambah 18 orang sepanjang 24 jam terakhir. Angka ini naik terus dibanding tambahan Senin (30/1) kemarin, yakni sebanyak empat orang.
“Ya hari ini terdapat penambahan 18 kasus baru Covid-19 di Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Selasa (1/2).
Penambahan hingga belasan orang ini menjadi rekor dan ledakan terbanyak sejak Desember 2020 lalu. Tercatat sampai saat ini pasien Covid-19 di Kota Batam sudah mencapai 25.929 orang. Dimana pasien sembuh sebanyak 25.027 orang dan pasien yang dirawat atau kasus aktif yakni 60 orang.
“Kasus aktif juga naik menjadi 0,231 persen atau sebanyak 60 orang,” tambah Didi.
Sementara itu sepanjang 24 jam terkahir tercatat tidak ada penambahan kasus sembuh. Sementara itu kasus aktif ini sebagian besar atau sebanyak 51 orang dirawat di RSKI Pulau Galang, lima orang di Rumah Sakit Awal Bros dan satu orang di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota, RSBP, Rumah Sakit Elisabeth Lubukbaja, Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
“Ya, pasien dirawat di RSKI dan rumah sakit rujukan. Tidak ada yang isolasi mandiri,” ujar Didi.
Dilanjutnya, dari 18 kasus baru ini diketahui sebanyak lima kasus terkonfirmasi bergejala, tiga kasus tanpa gejala, tiga kasus perjalanan impor serta sebanyak tujuh kasus konfirmasi kontak.
Selain penambahan kasus baru, peta zonasi wilayah juga mengalami perubahan. Kecamatan Batam Kota yang sebelumnya sudah bewarna kuning kini naik lagi menjadi zona orange. Disisi lain, kecamatan yang sebelumnya berzona hijau seperti Sekupang, Sagulung, Seibeduk, Lubukbaja, Nongsa, Bengkong dan Bengkong naik menjadi zona kuning.
Hanya Tersisa Batuaji, Galang, Belakang Padang dan Bulang yang sampai saat ini berstatus hijau.
Sampai hari ini, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam telah memeriksa 535.783 RDT Antigen, dengan hasil 527.265 negatif dan 8.518 lainnya positif. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

