
batampos – Kasus dugaan pencabulan terhadap siswa lelaki di lingkungan sekolah kembali mengguncang Batam. Dua perkara terpisah yang terjadi di wilayah Batuaji dan Bengkong kini tengah ditangani serius oleh Satreskrim Polresta Barelang.
Dalam kedua kasus tersebut, korban diduga lebih dari satu orang dan pelaku merupakan pria dewasa.
Kasus pertama terjadi di salah satu SMK di Batuaji. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga Kamis (12/2), penyidik masih terus mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti guna memperkuat konstruksi perkara.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, M. Debby Tri Andrestian, menegaskan proses hukum berjalan hati-hati dan profesional. “Penyelidikan masih terus berjalan. Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami fokus pada pemeriksaan saksi dan pendalaman fakta,” ujarnya.
Baca Juga: Amsakar Keluarkan SE, Warga Dilarang Bakar Sampah di Ruang Terbuka
Sejauh ini, sedikitnya empat saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan pencabulan siswa SMK tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan ramah anak, mengingat para korban merupakan siswa lelaki yang masih berada di bawah umur dan membutuhkan perlindungan khusus.
Sementara itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, sebelumnya mengungkapkan adanya indikasi jumlah korban dalam kasus Batuaji bisa mencapai sekitar sepuluh siswa.
“Kemungkinan korban bertambah masih kami dalami. Semua informasi sedang diverifikasi,” kata Anggoro dalam keterangan pers sebelumnya.
Kasus kedua terjadi di salah satu SMP di wilayah Bengkong. Dalam perkara ini, laporan resmi yang diterima kepolisian awalnya berasal dari satu korban. Namun, penyidik kini mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan pola kejadian serupa.
Menurut Debby, penyidik telah memeriksa pelapor, orang tua korban, serta pihak sekolah yang pertama kali menerima pengaduan. Laporan awal disampaikan korban kepada pihak sekolah sebelum akhirnya orang tua membawa perkara tersebut ke ranah hukum.
“Pelaku sebagai terlapor sedang dalam pengembangan. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya. Ia memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum.
Baca Juga: Pencabulan Anak Marak, Status KLA Batam Terkoyak
Dua kasus ini mempertegas pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan pendidikan, termasuk terhadap siswa lelaki yang kerap luput dari perhatian publik. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan setiap laporan, sekaligus menjaga kerahasiaan identitas korban demi melindungi kondisi psikologis mereka.
Polresta Barelang mengimbau orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan tidak ragu melapor jika menemukan indikasi tindakan serupa. Respons cepat dan keberanian melapor dinilai menjadi langkah krusial dalam mencegah bertambahnya korban serta memutus mata rantai kejahatan seksual di lingkungan sekolah.(*)



