
batampos – Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Hino BP 7159 EY di kawasan Pantai New Melur, Kecamatan Galang, diduga kuat disebabkan oleh rem blong. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan bus mengalami gagal pengereman saat melaju menuju kawasan wisata Pantai Melur.
“Bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” ujar Afid.
Ia menjelaskan, rombongan penumpang saat itu hendak melaksanakan kegiatan doa bersama di kawasan Pantai Glory Melur. Namun ketika memasuki area wisata, laju bus tidak dapat dikendalikan.
Baca Juga: Ombudsman Soroti Pelibatan Siswa dalam Pawai Dukung MBG di Batam
Menurut keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk kawasan wisata, kendaraan terus melaju lurus dan tidak sempat berbelok sebelum akhirnya keluar jalur dan terperosok ke area tanah di pinggir jalan.
“Bus terus melaju saat memasuki kawasan wisata dan tidak sempat berbelok sehingga keluar jalur,” katanya.
Polisi mencatat jumlah penumpang di dalam bus mencapai lebih dari 30 orang. Setelah kecelakaan terjadi, para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Galang sebelum dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Batam.
“Korban awalnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang sebelum dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Batam untuk perawatan lebih lanjut,” ujar Afid.
Korban luka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RS Graha Hermine, RSUD Embung Fatimah, RS Bunda Halimah, dan RS Elisabeth.
Baca Juga: Satu Tiket Dua Harga, Bikin Bingung Penumpang RoRo Mengkapan-Batam
Sementara itu, Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Ellin, mengatakan rumah sakit tersebut menerima 12 korban rujukan dari lokasi kejadian. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Awalnya ada 12 pasien yang dirujuk ke RSUD Embung Fatimah. Saat ini yang masih menjalani perawatan sebanyak tujuh orang,” kata Ellin.
Dari tujuh pasien yang masih dirawat, tiga di antaranya direncanakan menjalani operasi dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam serta Rumah Sakit Awal Bros. Namun proses rujukan masih terkendala ketersediaan ruang operasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan, tetapi kamar operasi masih penuh,” ujarnya. (*)

