Jumat, 24 April 2026

Keluarga Siswa Meninggal Dunia Pilih Berdamai, Kekerasan di Sekolah Berasrama

Berita Terkait

Erry Syahrial

batampos.co.id – Ketua Perkumpulan Komisioner KPAD se-Indonesia (PKPAID), Erry Syahrial mengatakan, sekolah berasrama rentan terjadi kasus kekerasan terhadap siswa. Dalam catatannya kekerasan yang dialami siswa tidak hanya berakibat luka fisik maupun trauma mental. Namun juga pernah menyebabkan meninggal dunia.

“(Untuk siswa yang sampai meninggal) Itu sudah lama kejadiannya. Sudah beberapa tahun yang lalu,” ujarnya, Senin (22/11).

BACA JUGA: Pemprov Bentuk Tim Investigasi, Soal Dugaan Kekerasan di SMK Dirgantara Batam

Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, mantan Komisioner KPPAD Batam itu mengatakan, saat itu laporan dan data yang masuk kepdanya tidak lengkap. Dimana kejadian itu terjadi di salah satu pondok pesantren di Batam. “Kasus itu dia tidak dianiaya langsung tapi ada kelalaian,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterimanya, siswa yang meninggal dunia itu menjalani hukuman karena melakukan pelanggaran di sekolah. Saat menjalani hukuman, siswa tersebut terjatuh dan membentur sesuatu hingga menyebabkan meninggal dunia. “Sewaktu itu kejadiannya tidak heboh juga. Jadi ada semacam kelalaian. Tidak seperti yang di Sekolah Penerbangan ini,” katanya.

Untuk kasus siswa meninggal dunia itu, kata Erry, sudah diselesaikan secara kekeluargaan, antara pihak keluarga dan sekolah. Dan kasus itu juga tidak dilanjuti ke pihak kepolisian.

Ia menambahkan, kasus kekerasan terhadap siswa di sekolah terbagi dua. Ada kasus yang sengaja dilakukan dan ada kasus yang memberikan hukuman ke siswa dengan cara tak mendidik sehingga menyebabkan anak meninggal akibat adanya kelalaian. “Ada seperti pembiaran. Sehingga kelalaian itu menyebabkan anak meninggal,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

UPDATE