Sabtu, 9 Mei 2026

Kronologi Dua Nelayan Batam Hanyut hingga Masuk Perairan Malaysia

Berita Terkait

Nelayan foto bersama dengan petugas setelah dijemput dari perairan perbatasan Malaysia. F. Istimewa

batampos – Dua nelayan tradisional asal Desa Pecong, Batam, Kepulauan Riau, mengalami pengalaman menegangkan setelah hanyut hingga memasuki perairan Malaysia akibat kehabisan bahan bakar saat melaut. Beruntung, keduanya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan akhirnya dipulangkan ke Batam melalui kerja sama lintas negara antara Indonesia dan Malaysia.

Peristiwa itu dialami dua nelayan berinisial Sdn dan Mdi pada akhir April 2026. Saat itu, keduanya pergi melaut menggunakan perahu bermesin 250 PK untuk mencari ikan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun di tengah laut, bahan bakar yang mereka bawa habis sehingga mesin perahu tidak lagi dapat beroperasi.

Tanpa tenaga mesin, perahu mereka perlahan terbawa arus laut hingga masuk ke wilayah perairan Negeri Johor, Malaysia. Kondisi tersebut membuat kedua nelayan hanya bisa bertahan sambil menunggu bantuan di tengah laut. Situasi semakin berbahaya karena kawasan perbatasan dikenal memiliki arus kuat dan cuaca yang cepat berubah.

Setelah ditemukan oleh otoritas setempat, kedua nelayan kemudian mendapat penanganan dan perlindungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru. Selama menunggu proses administrasi pemulangan, keduanya ditempatkan di Tempat Singgah Sementara milik KJRI Johor Bahru untuk memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka tetap terjaga.

Baca Juga: Dalami Dugaan Beking Jaringan Love Scamming di Batam, Polda Kepri Perketat Pengawasan WNA

Proses pemulangan dilakukan melalui mekanisme rendezvous atau serah terima di laut pada titik koordinat perbatasan Indonesia-Malaysia yang telah disepakati bersama. Satgas Pelindungan WNI KJRI Johor Bahru bekerja sama dengan APMM Zona Tanjung Sedili untuk mengawal keberangkatan kedua nelayan menuju garis sempadan laut.

Di titik perbatasan tersebut, kedua nelayan bersama perahunya diserahkan secara resmi kepada personel Satpolairud Polresta Barelang yang menggunakan Kapal Patroli Petir-28-1001. Proses serah terima berlangsung aman dan lancar hingga keduanya akhirnya kembali ke Batam.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulangan kedua nelayan tersebut. Ia menilai koordinasi lintas negara menjadi kunci penting dalam penanganan warga negara Indonesia yang mengalami situasi darurat di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Interpol Soroti Indonesia Jadi Target Baru Scammer Internasional

“Sinergi yang kuat antarinstansi ini memastikan proses pelindungan dan fasilitasi pemulangan warga negara kita dapat berjalan dengan cepat, aman, dan lancar,” ujar Konsul Jenderal RI Johor Bahru dalam keterangan resminya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses tersebut, di antaranya APMM Negeri Johor, APMM Zona Tanjung Sedili, Satpolairud Polresta Barelang, Polda Kepri, KPLP Batam, KSOP Batam hingga Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri. Menurutnya, kerja sama yang baik antar instansi sangat dibutuhkan mengingat wilayah perairan perbatasan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi bagi nelayan tradisional.

Kedua nelayan beserta perahunya kini telah kembali ke tanah air dengan selamat. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan untuk memastikan kesiapan bahan bakar, alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut, terutama saat beraktivitas di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. (*)

UPDATE