Jumat, 1 Mei 2026

Hutan Bakau Sagulung jadi Tempat Pembuangan Limbah Campuran

Berita Terkait

Tampak limbah campuran dibuang warga yang tak bertanggung jawab di sekitar hutan bakau di Sagulung

batampos- Kerusakan hutan bakau di wilayah Kecamatan Sagulung semakin meluas. Selain maraknya aktivitas reklamasi yang menimbun puluhan hektare hutan bakau, limbah campuran seperti sampah rumah tangga, sampah material bangunan dan sampah dari perusahaan juga mulai mengotori kawasan hutan bakau yang tersisa.

Inilah yang terjadi sepanjang alur sungai atau lokasi resapan air samping perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tembesi, Sagulung. Ratusan ton limbah campuran membukit di kawasan hutan bakau. Limbah campuran ini juga meluber dalam hutan bakau. Ini dikeluhkan masyarakat sekitar sebab selain rusak ekosistem hutan bakau juga menyebabkan polusi udara. Setiap malam selalu ada aktifitas pembakaran di lokasi pembuangan sampah campuran tersebut.

BACA JUGA: Kemenko Marves dan BP Batam Gelar Rakor Pengelolaan Limbah B3

“Sangat mengganggu. Setiap malam selalu ada asap (pembakaran) dari lokasi pembuangan limbah campuran itu. Entah siapa yang bakar tapi selalu terjadi setiap malam. Kami sering mantau ke sana cuman tak dapat pelakunya sampai sekarang,” ujar ketua RW 15 perumahan Taman Anugerah, Suhendro, Senin (7/2).

Dijelaskan Suhendro dan warga sekitarnya, tumpukan sampah ini sudah lama terjadi dan entah dari mana asalnya. Lokasi hutan bakau yang bisa diakses dari berbagai arah itu memudahkan siapa saja buang sampah atau limbah ke sana. “Kalau dilihat tumpukan ini pasti pakai truk orang yang buang sampah ini. Kita agak susah ngawasin karena ada akses lain ke lokasi itu,” katanya.

Tumpukan sampah campuran yang sudah menggunung dan meluber ke kawasan hutan bakau ini diharapakan segera ditindak lanjuti instansi pemerintah terkait. Warga juga berharap ada tindakan tegas kepada mereka yang membuang sampah ke lokasi hutan bakau tersebut.
“Inilah satu-satunya lokasi resapan air yang tersisa. Kalau rusak juga habislah wilayah sekitar ini. Banjir tak bisa bendung lagi,” kata Jhoni, warga lainnya.

Sementara pantauan di lapangan, di dekat lokasi tumpukan limbah campuran tersebut ada aktivitas penimbunan hutan bakau yang dilakukan oleh sekelompok orang. Kawasan hutan bakau ditimbun dan akan dijadikan lokasi perumahan.

Camat Sagulung Hafiz Rozie saat dikonfirmasi mengaku akan mengecek ke lapangan dan segera menindak lanjuti persoalan tersebut. “Nanti kita cek dulu,” ujar Hafiz. (*)

Reporter: Eusebius

UPDATE