
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) akan segera memulai pekerjaan proyek revitalisasi pembangunan Masjid Agung Batam Center. Pengerjaan dimulai dengan pembuatan bangunan masjid sementara yang akan dibangun selama empat pekan ke depan.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan mengatakan pengerjaan proyek dimulai dengan doa bersama sebagai tanda akan dimulainya pengerjaan proyek.
“Proyek pekerjaan revitalisasi Masjid Agung Batam Center akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya selaku pemenang tender. Mari kita bersama berdoa agar tidak ada kendala selama revitalisasi berlangsung,” ujarnya, Minggu (17/7).
Meskipun pengerjaan masjid dimulai, umat muslim yang mau menjalankan ibadah di masjid agung masih bisa selama empat pekan ke depan atau satu bulan.
“Jadi masih bisa empat kali salat Jumat lagi di sini. Sambil menunggu bangunan masjid sementara selesai. Setelah itu baru bangunan masjid akan dibongkar sesuai dengan rencana kerja,” kata Amsakar.
Amsakar mengatakan Pemko Batam memang sejak awal memberikan perhatian serius terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah yang ada di Kota Batam. Bangunan masjid ini memang sudah membutuhkan peningkatan infrastruktur, agar pelaksanaan ibadah bisa lebih nyaman, bangunan menjadi lebih indah.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar mengatakan untuk pembanguan masjid sementara membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Ia merinci untuk pengiriman bahan baku membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan, selanjutnya untuk pengerjaan membutuhkan waktu tiga pekan.
“Jadi total empat minggu waktu yang dibutuhkan. Bangunan masjid nanti akan dibuat seperti bangunan RSKI Galang. Ketahanan bangunan ini pun bisa mencapai 10 tahun sebenarnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan untuk bangunan masjid sementara ini disewa, dan ketika pengerjaan masjid selesai akan dikembalikan kepada PT Adhi Karya sebagai pemegang tender.
Ia menjelaskan untuk tahap awal pengerjaan ditargetkan sebesar 30 persen. Berdasarkan laporan dari PT Adhi Karya, konstruksi pertama akan dilakukan pembongkaran terhadap atap bangunan utama, dinding, tempat wudhu, hingga area plaza.
Pengerjaan juga akan memperhatikan lingkungan sekitar. Mengingat lokasi masjid berada di area perkantoran dan jalan protokol. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang terencana, agar pengerjaan konstruksi tidak mengganggu aktivitas masyarakat, hingga kendaraan yang melintas.
“Rencananya arena keluar masuk alat berat akan menggunakan jalur tempat penjualan hewan kurban yang ada di deket masjid saat ini. Jadi pekerjaan ini diharapkan tidak menimbulkan gangguan terhadap area sekitar,” jelasnya.
Bangunan ini akan dikerjakan PT Adhi Karya dengan anggaran Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. “Semoga tidak ada kendala selama pengerjaan,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

