Jumat, 17 April 2026

Menkum Supratman Berkunjung, Amsakar Sebut Empat Regulasi Jadi Hadiah untuk Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. Istimewa

batampos – Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, melakukan kunjungan ke Batam pada Rabu (15/4) pagi. Kedatangannya disambut langsung Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di ruang VVIP Bandara Hang Nadim.

‎Pertemuan yang berlangsung singkat namun hangat itu membahas sejumlah hal, mulai dari agenda Pra Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Batam hingga perkembangan berbagai regulasi baru yang dinilai memberi dampak besar bagi daerah.

‎Amsakar mengatakan, kehadiran Menteri Hukum ke Batam salah satunya untuk menghadiri agenda Pra Kongres Ikatan Notaris Indonesia yang digelar di Wyndham Panbil Batam pada Rabu (15/4).

‎Namun di balik itu, pertemuan mereka juga diisi pembicaraan tentang perkembangan Batam dan berbagai regulasi yang menurutnya sangat membantu percepatan pembangunan daerah.

‎“Dalam rentan satu tahun aja kami memimpin Batam ada empat regulasi yang secara spesifik dihadiahkan untuk Batam,” kata Amsakar kepada Batam Pos usai acara pelepasan jamaah haji, Kamis (16/4) pagi.

‎Empat regulasi yang dimaksud antara lain perubahan status dan penguatan kawasan perdagangan bebas Batam melalui PP Nomor 47 Tahun 2025, kemudian PP Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, serta sejumlah penyesuaian layanan investasi dan perizinan yang kini mulai diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan terpadu.

‎Menurut Amsakar, kehadiran regulasi-regulasi itu menjadi penting karena Batam merupakan kawasan industri, investasi, dan perdagangan yang membutuhkan kepastian hukum serta birokrasi yang lebih sederhana.

‎Melalui aturan baru tersebut, ribuan layanan perizinan kini mulai diarahkan masuk ke sistem terpadu di Mal Pelayanan Publik sehingga mempermudah pelaku usaha maupun investor.

‎Selain itu, perubahan regulasi kawasan perdagangan bebas Batam juga dinilai memberi ruang lebih luas bagi daerah untuk memperkuat daya saing investasi, mempercepat pelayanan, dan memangkas hambatan birokrasi.

‎Amsakar mengaku, obrolannya dengan Menteri Hukum tidak hanya soal aturan, tetapi juga tentang bagaimana Batam ke depan bisa terus bergerak di tengah tantangan ekonomi dan investasi.

‎“Bicara bagaimana kondisi Batam sekarang. Selesai acara (Ikatan Notaris). Alhamdulillah beliau menyemangati kita semua,” katanya

‎Dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Li Claudia, Amsakar menilai Batam memang sedang bergerak di tengah banyak perubahan.

‎Regulasi baru, sistem perizinan baru, hingga tantangan investasi yang makin kompetitif membuat pemerintah daerah harus bergerak lebih cepat dari biasanya.

‎Namun bagi Amsakar, di tengah segala perubahan itu, yang paling penting adalah memastikan Batam tetap mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan tetap menjadi daerah yang menjanjikan bagi investor maupun masyarakatnya sendiri.

‎”Yang paling pas itu ketika kita ketemu dengan rekan-rekan kita harus menyemangati satu sama lain, itulah pembahasan kita kemarin, saling menyemangati,” kata Amsakar.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE