Senin, 22 Juni 2026

Minyak Goreng Produksi Non Lokal Harganya Lebih Tinggi, Pascapenetapan Satu Harga

Berita Terkait

Pedagang sembako di pasar sore Batubesar, Nongsa, menyusun minyak goreng kemasan di lapaknya, Selasa (14/12). 
F. Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos– Beberapa hari terakhir sejumlah swalayan di Batam sudah mulai menyesuaikan harga minyak goreng kemasan satu harga Rp14 ribu. Pasca penyesuaian, banyak bermunculan merek-merek minyak goreng lokal.

Namun anehnya, penyesuaian harga di swalayan lokal hanya untuk minyak goreng kemasan produksi Batam. Sedangkan untuk poduksi luar daerah atau nasional, jarang terlihat. Jika pun ada, harganya màsih ada di atas Rp 14 ribu.

BACA JUGA: Polisi Awasi Harga Minyak Goreng

Seperti terpantau di swalayan besar lokal di kawasan Batamcenter, rata-rata yang terpajang minyak goreng produksi Batam. Seluruh mintak goreng dijual dengan harga Rp 14 ribu perliter dan Rp 28 ribu per 2 liter. Namun untuk merek nasional, hanya ada beberapa produk saja, itu pun harganya masih tinggi.

“Untuk beberapa merek masih harga lama, belum ada penyesuaian harga, stok juga banyak kosong,” terang salah satu kasir swalayan besar tersebut.

Ketua Asosiasi Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto mengatakan saat ini distributor masih menyisiri swalayan dan pasar di Kota Batam untuk penyesuaian harga minyak goreng. Yang katanya, hampir dari semua swalayan sudah menyesuaikan minyak goreng satu harga.

“Hampir semua swalayan sudah menyesuaikan harga. Mungkin dibeberapa pasar yang masih belum. Dan tetap dilanjutkan untuk penyesuaian harga,” ujar Aryanto kepada Batam Pos.

Menurut dia, penyesuaian harga minyak goreng pada prinsipnya 14 hari pasca ditetapkan. Artinya, masih ada beberapa hari kedepan, untuk para distributor menyesuaikan harga minyak goreng, untuk kemudian dilaporkan ke Pabrik.

“Prinsipkan kami dikasih waktu 14 hari. Dalam waktu 14 hari itu sudah harus selesai perhitungannya, untuk nantinya dilapor ke pabrik,” ungkapnya.

Disinggung penyesuain harga di pabrik, dikatakan Aryanto sudah hampir seluruh pabrik melakukan penyesuian harga saat menjual minyak goreng. Sehingga dipastikan, mekanisme terkait harga minyak goreng yang sempat ditunggu dari pemerintah sudah jelas.

“Kalau pabrik sepertinya sudah semua, hanya saja ada beberapa pabrik yang info ke kaminya lambat. Tapi intinya semua sudah menyesuaikan harga,” tegas Aryanto.

Masih kata Aryanto, sejumlah swalayan juga memberi diskon harga minyak goreng. Hal itu menurutnya, salah satu cara swalayan menarik pembeli. “Kalau diskon itu masing-masing swalayan, semacam promo mungkin bagi mereka,” pungkasnya. (*)

Reporter : Yashinta

UPDATE