Selasa, 23 Juni 2026

Kasus Penganiayaan Bocah Oleh Ibu Tiri di Sagulung, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Penyidik Polsek Sagulung memeriksa PJH, ibu yang menganiaya anak tirinya. F.Aris untuk Batam Pos

batampos – Kasus dugaan penganiayaan terhadap A, 9, bocah perempuan yang sebelumnya diungkap Satgas Komando Batam, terus didalami penyidik Polsek Sagulung. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga aksi kekerasan yang dilakukan ibu tiri korban dipicu oleh emosi lantaran korban menolak menjaga adik tirinya.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan peristiwa kekerasan terakhir yang dialami korban diduga terjadi pada 13 Juni 2026 saat keluarga tersebut masih tinggal di Kavling Kamboja, Sagulung. Tiga hari kemudian, tanggal 16 Juni, keluarga itu diketahui telah pindah ke Perumahan Marina View.

Menurut Aris, kondisi korban mulai menimbulkan kecurigaan setelah ayahnya melihat bagian mata korban dalam keadaan lebam. Namun saat ditanya, pelaku berinisial PJH, 39, yang merupakan ibu tiri korban mengaku luka tersebut terjadi akibat korban terjatuh di kamar mandi.

“Ketika sudah pindah ke Marina View, mata korban terlihat lebam. Saat ditanya ayahnya, pelaku beralasan korban jatuh di kamar mandi,” ujar Aris, Minggu (21/6).

Baca Juga: Soroti Dugaan Prostitusi hingga Masalah Parkir, Ratusan Warga Geruduk Penginapan di Cikitsu

Dari keterangan yang diperoleh penyidik, motif sementara mengarah pada persoalan rumah tangga. Pelaku diduga kesal karena korban tidak bersedia menjaga adik tirinya yang merupakan anak kandung pelaku dengan ayah korban.

“Faktor pemicunya diduga karena korban tidak mau menjaga adiknya. Adik yang dimaksud merupakan anak kandung pelaku. Sementara korban adalah anak tiri pelaku dari pernikahan ayahnya sebelumnya,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa ibu kandung korban saat ini bekerja di Malaysia. Ayah korban diketahui bertemu dengan pelaku saat berada di negara tersebut hingga akhirnya menikah.

Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk ayah korban.

“Sejauh ini ayah korban belum terbukti terlibat dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan pengakuan korban, tindakan kekerasan dilakukan saat ayahnya tidak berada di rumah. Namun, seluruh keterangan masih terus kami dalami,” tegas Aris.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan kondisi korban saat ini berangsur membaik setelah menjalani perawatan medis di RSUD Embung Fatimah. Selama masa pemulihan, korban mendapat pendampingan dari Satgas Komando Batam.

Baca Juga: 7.869 Jemaah Haji Telah Tiba di Debarkasi Batam, Pelayanan Dapat Apresiasi

“Alhamdulillah kondisi korban sudah membaik. Saat ini korban masih mendapatkan pendampingan agar proses pemulihan fisik maupun psikisnya berjalan dengan baik,” kata Husnul.

Kasus ini juga menyita perhatian warga sekitar. Veronica, salah seorang tetangga korban, mengaku sudah lama merasa curiga karena kerap mendengar suara tangisan dan rintihan dari dalam rumah korban.

“Saya sering dengar anak itu menangis dan seperti kesakitan dari dalam rumah. Kecurigaan saya semakin kuat setelah melihat ada lebam di beberapa bagian tubuhnya,” ungkap Veronica. (*)

UPDATE