Omicron jadi fokus perhatian Satgas Penangan Covid-19 di Tanah Air sejak awal Desember lalu. Varian terbaru dari Covid-19 yang sudah masuk Singapura dan Malaysia ini dipercayai lebih cepat menular dan lebih berbahaya. Sejumlah strategis pencegahan langsung diterapkan. Percepatan program vaksinasi dengan sistem jemput bola serta peningkatan pengawasan pintu keluar masuk jadi prioritas Satgas Penangan Covid-19 di kota Batam.
***
Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu menarik napas panjang saat menyaksikan kedatangan 224 Pekerja Migran Indonesian (PMI) dari Singapura dan Malaysia di Pelabuhan Batamcenter, Rabu (8/12) lalu. Dansatgasus Perlintasan PMI ini dilanda perasaan was-was, kuatir jika ada di antara rombongan PMI yang tersebut yang membawa masuk Omicron ataupun varian lain dari Covid-19 ke Tanah Air. Bersama Dandim 0316/Batam Letkol Kav Sigit dan Kapenrem 033/WP Mayor Inf Reza, Jimmy langsung berkoordinasi dengan satgas medis di pintu kedatangan untuk melakukan test swab para PMI tersebut. Usai diswab pertama, rombongan PMI tersebut diantar ke lokasi karantina rusunawa Badan Pengusahaan dan Pemko Batam di Tanjunguncang dalam pengawasan yang ketat. Jimmy dan Satgas penanganan Covid-19 di kota Batam tak mau ada PMI yang lolos membawa masuk Covid-19 ke Tanah Air.
Ini sebenarnya sudah menjadi prosedur rutin Satgas Penanganan Covid-19 untuk menerima PMI yang kembali ke Tanah Air sejak awal pandemi Covid-19 mewabah, namun Jimmy dan petinggi Satgas Penanganan Covid-19 lainnya harus turun melihat langsung sebab belakangan muncul lagi Omicron, varian Covid-19 terbaru yang disebut-sebut lebih berbahaya dan lebih cepat menyebar. Mereka ingin memastikan tak ada satu pun PMI yang membawa masuk varian terbaru tersebut ataupun Covid-19 non varian.
Ya inilah upaya yang gencar dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Batam dan Kepri saat ini. Upaya pencegahan lebih diutamakan. PMI ataupun siapa saja yang kembali ke tanah air terutama dari negara-negara yang sudah terpapar varian Omicron mendapat pengawasan dan pengawalan yang ketat. Jika hasil swab ada yang negatif maka, sampelnya diperiksa berulang kali untuk memastikan jenis atau varian Covid-19 yang dideritanya.
” Ini upaya pencegahan. Harapan kita semua tentu nya agar pandemi Covid-19 ini bisa berakhir, TNI – Polri dan pemerintah selalu berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan Covid – 19 di Indonesia, termasuk dalam penanganan Pemulangan PMI ke Indonesia,” ujar Jimmy.
Begitu juga dengan program vaksinasi. Program untuk merangsang antibodi ini juga semakin diperhatikan. Pemerintah daerah dan Satgas penanganan Covid-19 di Batam ataupun Kepri sepakat program ini harus tercapai sesegera mungkin. Penyebaran Covid-19 di Kepri yang sudah dibilang aman atau masuk zona hijau dengan nol pasien Covid-19, harus benar-benar dijaga. Agar tak ada lagi pasien Covid-19 ke depannya, pemerintah berupaya keras untuk menyelesaikan program vaksinasi vaksinasi ini. Sistem jemput bola semakin gencar diterapkan agar sekitar 10 persen dari penduduk Batam yang belum vaksin secepatnya tervaksin semuanya.
Inilah yang gencar dilakukan jajaran Polresta Barelang Batam. Melalui Polsek-Polsek yang ada, polisi bersama petugas medis mendatangi lokasi permukiman warga untuk melayani program vaksinasi tersebut. Jajaran Polsek Galang misalkan terus mendatangi pulau-pulau yang dihuni oleh Masyarakat untuk memberikan layanan vaksinasi. Sistem jemput bola cukup efektif sebab, masyarakat yang awal enggan mengikuti vaksin akhirnya mau divaksin. Jumlah warga yang sudah menerima vaksin terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Tetap kita maksimalkan. Selain di Polsek, layanan vaksin juga dijalankan dari pemukiman ke pemukiman atau dari pulau ke pulau,” ujar Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur.
Tidak itu saja, untuk mengimbangi kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan, tim gabungan juga rutin melaksanakan patroli pengawasan Protokol kesehatan. Pusat keramaian baik di dalam kota Batam ataupun pulau-pulau diawasi secara serius oleh petugas. Secara rutin petugas mendatangi pusat keramaian untuk mengingat masyarakat patuh dengan protokol kesehatan. “Tujuannya semata-mata untuk memutuskan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Wilayah Batam yang sudah memasuki zona aman haru dijaga betul agar tidak ada lagi cluster baru. Ini tugas kita bersama agar wabah ini tak menyebar lagi,” tutur Yos Guntur. (*)
REPORTER : EUSEBIUS SARA

