
batampos – Awal tahun ini, pergerakan pertumbuhan ekonomi Batam memperlihatkan hasil positif. Berdasarkan hasil capaian pendapatan asli daerah (PAD), dominasi pajak restoran menjadi penyumbang paling besar untuk periode Januari dan Februari 2022.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dalam dua bulan terakhir ini, memang ada peningkatan capaian di bulan Januari dan Februari bila dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 lalu.
”Jelas berbeda. Karena target juga naik, otomatis capaian juga berdampak,” katanya.
Ia menyebutkan, realisasi pajak daerah Januari tercapai 83,72 persen dari target pajak daerah dan Februari tercapai 71,24 persen. Target Januari pajak Rp 67,19 miliar, dan tercapai Rp 56,254 miliar. Sedangkan untuk Februari, target Rp 79,1 miliar dan tercapai Rp 56,360 miliar.
”Hasil capaian lumayan baik. Alhamdulillah semakin membaiknya kondisi perekonomian cukup berdampak terhadap capaian PAD. Pajak restoran masih mendominasi capaian,” sebutnya.
Ia berharap dengan adanya kebijakan baru tentang Covid-19 yang memberi kelonggaran aktivitas, akan memberi angin segar sektor pariwisata di Batam. Karena, sektor wisata termasuk penyumbang terbesar bagi PAD Batam.
Selain pajak restoran, capaian yang cukup baik juga didapat dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Menurutnya, membaiknya kondisi manufaktur dan sektor jasa, serta jam buka restoran yang kembali normal sehingga pemakaian listrik juga mengalami kenaikan.
Hal itu masih di luar konsumsi listrik dari masyarakat lainnya.
”Kami akan lakukan giat optimalisasi mengejar target per bulan untuk sementara ini. Jadi, kami evaluasi dan optimalkan bulan per bulan,” katanya.
Optimalisasi juga diharapkan makin cepat terwujud dengan pemberlakuan kenaikan darisektor pajak parkir khusus seperti di mal, perkantoran,
pelabuhan dan sebagainya.
Penerapan kenaikan pajak diperkirakan akan dimulai bulan April mendatang.
Upaya-upaya ini lanjutnya, diharapkan bisa mendongkrak capaian target yang sudah ditetapkan.
Berbagai program yang menargetkan objek pajak juga tengah dirancang. Tujuannya untuk menarik pajak yang saat ini belum dibayarkan objek pajak.
“Tentu kami ingin pajak yang mengendap bisa segera masuk ke PAD. Untuk itu perlu strategi dan rencana serta program relaksasi yang bisa menarik objek pajak untuk membayar kewajiban mereka,” bebernya.(*)
Reporter: Yulitavia

